Indonesia, negara yang kita cintai ini telah berumur 73 tahun. Banyak hal yang telah dilakukan untuk membangun indonesia dari nol. Mulai dari perjuangan para leluhur dari zaman penjajahan, perjuangan meraih kemerdekaan, perjuangan memperbaiki pemerintahan, hingga perjuangan membangun pemerintahan. Banyak suka duka yang terjadi selama 73 tahun terakhir yang membawa Indonesia sampai pada titik ini.

Tragedi Rengasdengklok adalah salah satu dari banyak cerita 73 tahun terakhir. Tragedi ini adalah salah satu sejarah penting dalam perjalanan perjuangan Indonesia. Saat itu perkumpulan pemuda Indonesia, yang diantaranya adalah Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh, yang pada 16 Agustus 1945 menculik  dan mendesak Ir. Soekarno dan Moh. Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan RI. Hasilnya, kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini tak lepas dari perjuangan para pemuda bersama para tokoh-tokoh kemerdekaan pada waktu itu.

Kita tidak pernah melepaskan perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Tiap warga Indonesia tentunya memiliki peran masing-masing dalam berkontribusi untuk nusa dan bangsa. Di zaman dulu, para pahlawan dan tokoh-tokoh kemerdekaan berjuang sekuat tenaga demi kemerdekaan Indonesia. Di zaman modern ini, kita berjuang dengan cara yang berbeda. Misalnya, sebagai aparatur negara yang baik PNS, TNI, dan POLRI akan selalu memberikan dukungan pada pemerintah. Contoh lain adalah apabila kita adalah seorang peneliti, kita melakukan penelitian demi memahsyurkan nama Indonesia di mata internasional. Apalagi apabila kita adalah seorang olahragawan, kita akan  memperjuangkan nama Indonesia demi gengsi Indonesia di mata dunia. Kita sebagai warga negara harus memberikan seluruh tenaga dan pikiran kita demi bangsa dan negara yang kita cintai.

KEBANGGAAN INDONESIA DI ZAMAN MODERN

BJ Habibie adalah seorang peneliti kebanggaan Indonesia yang berhasil mematenkan beberapa paten di bidang penerbangan. Dunia mengakui hasil kerja beliau bahkan Jerman memberikan gelar kehormatan kepada beliau. Beliau bahkan sempat menjadi Presiden Indonesia walaupun pada akhirnya beliau digantikan Megawati Soekarnoputri pada akhir masa kepemimpinannya. Pada akhirnya beliau lebih memilih untuk berkutat di bidang penelitian penerbangan. Indonesia sangat mengapresiasi hasil kerja beliau hingga nama beliau dijadikan nama baru untuk Universitas Negeri Gorontalo. Perjuangan beliau dari masa sekolah sampai masa beliau mampu mengabdi kepada negara sangat pantas diapresiasi. BJ Habibie adalah salah satu contoh dari banyak orang Indonesia yang pantas diapresiasi perjuangannya demi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Saat BJ Habibie menjabat sebagai presiden, tidak banyak orang mengenal Indra Sjafri. Dia bukanlah siapa-siapa di awal tahun 2000-an. Siapa sangka seorang bapak dari dua anak ini adalah salah satu pelatih sepak bola Indonesia yang paling sukses. Dialah pelatih yang membawa timnas AFF U19 2013 dan AFF U22 2019 menjuarai kompetisi tersebut. Pelatih asal Sumatera ini memang memiliki track record yang bagus dalam karir kepelatihan sepakbola di Indonesia. Sebut saja piala AFF U19 di tahun 2013, menelurkan berbagai pemain muda berbakat Indonesia seperti Evan Dimas, Ilhamuddin, Putu Gede, dll. Di sisi lain, Indra Sjafri dan kru kepelatihan beliau memiliki pendekatan kepelatihan sepakbola yang berbeda dibanding pelatih-pelatih sebelumnya. Indra Sjafri juga menerapkan strategi umpan-umpan pendek, memaksa lawan untuk kehilangan bola, dan menguasai bola sesering mungkin.

Di bulan Februari 2019 ini, kita melihat prestasi luar biasa dari tim sepakbola Indonesia. Kesuksesan tim sepakbola U22 di acara AFF Cup dalam mengalahkan belasan tim negara lain adalah salah satu hasil dari jerih parah beliau dan tim. Seluruh anggota timnas U22 melakukan segala usaha terbaik mereka untuk meraih kemenangan dalam acara ini. Sungguh pencapaian yang luar biasa.

Merekam Jejak Masa Lalu, Mengukir Emas Untuk Masa Kini
Merekam Jejak Masa Lalu, Mengukir Emas Untuk Masa Kini

Penghargaan dari kancah internasional pun merajalela. Indonesia menjadi bahan perbincangan di berita headline internasional. Nama pelatih dan pemain muda Indonesia mencuat. Indonesia kembali keluar menjadi negara yang diperhitungkan di dunia persepakbolaan internasional. Disisi lain, pemerintah pun tidak gelap mata. Beberapa penghargaan diberikan pada anggota timnas U22.  Beberapa pemain kunci Indonesia dalam memenangi AFF U22 ini adalah 2 orang Bripda yang masih aktif sebagai polisi. POLRI memberikan kenaikan pangkat pada Bripda Sani Rizki dan Bripda Awan Setho sebagai bukti penghargaan atas perjuangannya. Indonesia juga memberikan penghargaan khusus kepada seluruh skuat timnas U22. Dan sang pelatih, Indra Sjafri mendapatkan penghargaan khusus karena kemenangan dalam kompetisi ini.

Penghargaan dari dunia dan Indonesia ini bukan perjuangan Indra Sjafri semata. Bukan perjuangan Bripda Sani dan Bripda Awan semata, atau Kemenpora semata. Ini adalah hasil kerja keras bersama. Mereka semua adalah satu kesatuan yang bersinergi satu sama lain demi meraih kemenangan, dan tujuan akhirnya adalah menjadi juara. Kerja keras luar biasa ini terbayar lunas dengan piala AFF U22 yang kita nantikan dari tahun 2012. Prestasi ini mampu mengangkat nama Indonesia di kancah sepakbola Internasional.

PERSEMBAHAN UNTUK INDONESIA DAN DUNIA

Jadi, sudah seharusnya kita memberikan yang terbaik untuk negara kita tercinta ini. Kita bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh BJ Habibie dan anggota skuat timnas U22. Mereka benar-benar berjuang sekuat tenaga, proses demi proses, menyusun bata demi bata, demi satu nama, negara Indonesia. Dunia pun tak gelap mata. Dunia mengakui perjuangan kita dan mulai memperhitungkan apa yang bisa dilakukan Indonesia di masa depan. Ini adalah salah satu contoh wujud terima kasih kita kepada negara kita yang telah menaungi kita, dan juga kepada leluhur kita yang telah berjuang untuk merdeka dari bangsa penjajah.

Pada akhirnya, berkaryalah untuk Indonesia, sampai dunia mengakui karyamu. Namun jika dunia tak mengakuimu, percayalah bahwa Indonesia akan tetap mencintaimu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…