Jakarta, (Rakyatrukun.com) – Lima orang di Riau ditangkap karena melakukan pemburuan gelap setelah pemerintah menemukan kulit harimau Sumatra yang dilindungi dan empat janin di dalam stoples.

Belum jelas apakah janin diambil dari harimau dewasa yang kulitnya didapat. Anak harimau biasanya dilahirkan buta dan sangat tergantung pada induk mereka pada beberapa bulan pertama kehidupannya. Harimau Sumatra terancam punah, hanya terdapat kurang dari 400 ekor di alam.

Dilansir dari laman bbc.com, seorang pejabat dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan mengatakan terduga pelaku ditangkap setelah polisi mendapatkan informasi.

“Empat janin harimau kita temukan dalam stoples yang disimpan pelaku. Kulit harimau kami amankan setelah dilakukan pengembangan,” kata Kepala Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK) Wilayah Sumatera Eduward Hutapea melalui keterangan tertulis seperti dilaporkan Kompas.com.

Dua ‘pelaku’ diyakini bertindak sebagai penjual. Para pelaku menghadapi hukuman penjara maksimum lima tahun dan denda sebesar Rp100 juta, berdasarkan Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Subspesies harimau Sunda sebelumnya ditemukan di Jawa, Bali dan Sumatra, tetapi sekarang binatang tersebut hanya ditemukan di Sumatra. LSM lingkungan World Wildlife Fund (WWF) mengatakan: “Peningkatan deforestasi dan perburuan liar membuat binatang ini pada akhirnya akan punah seperti sesamanya di Jawa dan Bali.

“Tetapi meskipun telah dilakukan peningkatan usaha konservasi harimau – termasuk penguatan penegakan hukum dan usaha penindakan perburuan liar – tetap terdapat pasar yang menguntungkan di Sumatra dan daerah lain Asia bagi anggota tubuh dan produk harimau,” kata WWF.

Menurut jaringan pengawas perdagangan satwa liar, Traffic, perburuan gelap untuk diperdagangkan berandil terhadap hampir 80% dari kematian harimau Sumatra, sekitar 40 ekor kematian setiap tahunnya.

Beberapa bagian tubuh harimau, seperti tulangnya, memang diyakini memiliki khasiat kesehatan di sejumlah daerah Asia.

“Organ harimau, seperti taring, tulang dan tengkorak sudah mereka jual di daerah Sumbar. Termasuk satu lembar kulit harimau juga akan dijual, tapi beruntung dapat kita gagalkan,” jelas Eduward Hutapea.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…