(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Malang – Seorang pria berseragam TNI dengan pangkat Mayor diamankan polisi lantaran diketahui melakukan penipuan, Selasa (25/9/2018).

Pria yang rupanya oknum pecatan TNI berpangkat Prajurit Kepala (Praka) tahun 2003 itu ditangkap Tim Unit Reskrim Polsek Gondanglegi. Diketahui, pria tersebut bernama Teguh Cahyono (49), warga Tulangan, Sidoarjo.

Modus penipuan yang dilakukan tersangka ialah menawarkan korban menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan TNI AD. Sehari-hari, pelaku diketahui tinggal di rumah kontrakannya di Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Teguh dibekuk dibekuk di rumah korbannya yang bernama Sunanik (46), warga Dusun Krajan, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi. Tersangka datang setelah terpancing untuk mengambil uang yang diminta.

“Pengakuannya baru satu korban saja di wilayah Gondanglegi. Namun kami masih tetap mengembangkan kasusnya, apakah ada korban penipuan lainnya,” ujar Wakapolsek Gondanglegi, AKP Agus Priyono, Selasa (25/9/2018).

Adapun korban diketahui mengenal Teguh sejak 15 tahun lalu. Ketika itu, almarhum suaminya masih hidup. Termasuk saat tersangka Teguh masih tercatat aktif sebagai anggota TNI AD.

“Penipuan yang dialami, bermula dari kedatangan tersangka ke rumah korban pada bulan Mei 2018 lalu. Pelaku datang dengan memakai seragam tentara dengan pangkat Mayor,” terang Sunanik saat ditemui di Polsek Gondanglegi.

Kedatangannya mengatakan kalau ada perekrutan PNS di TNI AD. Tersangka menawarkan bisa membantu korban untuk memasukkan anaknya menjadi PNS.

Lantaran tidak merasa curiga, apalagi percaya bahwa tersangka masih aktif sebagai anggota militer, korban pun mengiyakan dan langsung menunjukkan rasa ketertarikannya akan tawaran itu.

“Korban langsung mendaftarkan dua anaknya dengan mengisi blangko yang diserahkan tersangka. Dari dua anak yang didaftarkan itu, jika ingin lolos dan masuk PNS TNI AD, tersangka meminta uang pelicin Rp 300 juta pada korban,” lanjut Wakapolsek.

Sebagai biaya administrasinya, korban juga diminta uang Rp 10 juta. Setelah itu, secara bertahap tersangka meminta pembayarannya dicicil mulai Rp 3 juta sampai Rp 20 juta, hingga total uang yang sudah disetorkan sebanyak Rp 88,7 juta.

“Uang itu saya dapat dari menggadaikan sawah. Sebab selama ini saya hanya berjualan cilok untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” ungkap Sunanik, ibu tiga anak ini.

Setelah menerima sejumlah uang, tersangka menjanjikan kalau kedua anak korban akan mengikuti tes penerimaan PNS di Bandung, pada bulan April 2019. Ia menjamin kalau kedua anak korban tersebut lolos tes dan diterima langsung sebagai PNS.

Terbongkarnya aksi penipuan Teguh, yang berkedok sebagai TNI gadungan ini, bermula ketika tanpa sengaja salah satu anak korban pada malam akhir pekan lalu, mencari data tentang tersangka di media sosial. Diketahui kalau Teguh adalah pecatan TNI, dan pernah dihukum karena melakukan penipuan.

Dari situlah, korban lantas melaporkan ke petugas Polsek Gondanglegi. Untuk bisa menangkap tersangka, bekerjasama dengan korban memancingnya untuk datang ke rumah korban. Alasannya bahwa kekurangan uang Rp 125 juta yang diminta sudah ada.

Upaya ini membuahkan hasil. Begitu tersangka datang, petugas langsung menyergapnya. Selain menangkap Teguh, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti.

Diantaranya adalah seragam TNI AD berpangkat mayor, yang di lengannya tertulis SUAD (Staf Umum Angkatan Darat) Mabesad. Termasuk beberapa stempel, puluhan blangko pendaftaran CPNS TNI AD, serta beberapa KTP dan SIM dengan alamat berbeda. Salah satunya KTP alamat Oro-oro Ombo Kota Batu.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara,” pungkas Agus Priyono. [berita jatim]

Sumber : https://nasional.inilah.com/read/detail/2482041/modal-seragam-tni-pria-ini-nipu-jadi-calo-pns

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…