MRT TEKNOLOGI BARU MENTAL LAMA

Kegembiraan dan hingar bingar masyarakat jakarta dalam menyambut moda transporasi yang terbaru sangat begitu terasa. Hal ini sangat wajar karena harapan dan penantian warga jakarta untuk mempunyai sebuah moda transportasi yang canggih dan modern yang cukup panjang ini pada akhirnya terwujud. Pada tangga 24 Maret 2019 kemarin presiden Joko Widodo akhirnya meresmikan Moda Raya Terpadu (MRT).

Sebenarnya bukan waktu yang sebentar untuk Jakarta dapat memiliki moda transporasi tersebut. MRT dengan kecanggihan dan kemudahan setidaknya memerlukan waktu kurang lebih 34 tahun untuk terealisasi sampai akhirnya secara resmi diremikan oleh Presiden Joko Widodo.

Tercetusnya ide mengenai MRT berawal dari tahun 1985. Ide tersebut dilontarkan oleh BJ Habibie yang pada waktu itu beliau menjabat sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kemudian pada masa kepemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono proyek rencana pembangunan MRT menjadi proyek nasional. Berangkat dari status proyek yang menjadi proyek nasional tersebut akhirnya pemerintah pusat dan pemerintah daerah mulai bergerak dan berkolaborasi berbagi tanggung jawab. Hingga pada akhirnya pada masa kepemerintahan gubernur Fauzi Bowo meresmikan pencanangan pembangunan MRT tahap I koridor selatan – utara sepanjang 15,7 kilometer dengan rute Lebak Bulus – Bundaran HI. Dengan pencanangan proyek tersebut merupakan sebuah pembuktian keseriusan dari pemerintah untuk membangun MRT pada saat ini. Hingga pembangunan MRT berjalan dengan berganti beberapa gubernur dan akhirnya Fase I selesai pada masa pemerintahan gubernur Anies Bawesdan.

Akan tetapi hingar bingar dan gambaran bagaimana warga Jakarta yang telah menunggu lama moda transportasi tersebut tergelitik dengan beberapa perilaku masyarakat Jakarta sendiri. Dibalik euforia masyarakat yang ingin merasakan moda transportasi darat termodern di Indonesia tersebut ternyata masih banyak masyarkat yang perlu untuk di edukasi mengenai ketertiban ditempat umum. Khususnya pada moda transportasi MRT tersebut.

Hal ini terlihat pada beberapa waktu lalu pada masa uji coba MRT fase 1 kemarin. Beberapa kejadian sempat viral di media sosial. Mulai dari budaya antre yang tidak diindahkan oleh para pengguna uji coba MRT,kelakuan konyol dengan bergelantungan didalam MRT, hingga makan sambil duduk lesehan serasa piknik ditempat terbuka, serta meninggal kan sampah dimana-mana. Mereka bahkan tidak memikirkan resiko terjatuh kemudan cidera. Dan juga kelakuan mereka juga berpotensi unutk merusak fasilitas umum.

Atas beberapa kejadian selama masa ujicoba tersebut Menteri Perhubungan menyayangkan kejadian-kejadian tersebut. Menurut beliau dikutip dari Detik.com bahwa ada beberapa hal yang perlu di evaluasi. Perlu adanya perubahan kultur baru ditengah masyarakat dalam menyabut kedatangan moda transportasi baru tersebut.

Kemudian Budi Karya juga meminta kepada manajemen untuk menyediakan beberapa tim dilapangan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat untuk tertib saat menggunakan MRT. Hal ini bertolak belakang dengan hadirnya transportasi modern yang tidak dibarengani dengan perilaku yang modern juga.

Atas kejadian tersebut pihak manajemen MRT Jakarta memberikan komentar mengenai viralnya kelakuan beberapa pengguna MRT. Divisi Head Corporate Secretary PT. MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin mempunyai rencana pengembalian sistem pendaftaran penumpang uji coba kembali ke sistem online.

Kamaluddin mengatakan, salah satu penyebab perilaku tidak tertib itu adalah pembukaan pendaftaran secara manual pada stasiun MRT beberapa hari Sabtu kemarin. Pihaknya akan lebih mudah untuk mengontrol penumpang yang mendaftarkan disi secara online ketimbang dengan pendaftaran manual.

Dan juga manajemen MRT Jakarta masih mempunyai waktu untuk memperbaiki dan mengedukasi masyarakat pengguna MRT Jakarta. Karena masa uji coba masih berlaku hingga 31 Maret 2019. Beberapa hal yang dapat dilakukan pemerintah antara lain:

  1. Diberikannya ruang atau tempat khusus untuk mengedukasi calon penempung, sebelum memasukin peron. Sehingga calon penumpang mengetahui apa yang harus dan boleh dilakukan. Dan diberikan pengetahuan mengenai peraturan-peraturan didalam MRT.
  2. Pengadaan tempat sampah untuk mendukung kebersihan.
  3. Memasang papan pemberitahuan untuk himbauan dan peraturan tentang ketertiban.
  4. Brosur dan sounding kepada para penumpang untuk edukasi peraturan tentang ketertiban.
  5. Denda bagi penumpang maupun calon penumpang yang melanggar aturan.

Karena dengan adanya transportasi baru ini selain dapat mengurangi beban kemacetan dan efisiensi transportasi masyarakat juga dapat menimbulkan kesadaran masyarakat tentang ketertiban. Sehingga dapat menjaga bersama-sama moda transportasi ini. Harapannya dengan moda transportasi yang modern ini akan tumbuh pula masyarakat modern dan maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Dua Prajurit TNI AD Kembali Gugur Dalam Kontak Senjata Dengan OPM

Papua (RakyatRukun.com) – Anggota Kopassus asal Dairi, Sumut, Lettu Inf Erizal Zuhri …