Nusa Penida Tidak Semulus Kuta dan Sekitarnya

Nusa Penida salah satu pulau nusa di tanah Dewata, Bali selain Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Ketiga Pulau Nusa ini saling berdekatan sehingga masing-masing dapat ditempuh dengan menggunakan kapal cepat (fastboat). Pulau Nusa Penida dapat ditempuh dari Pelabuhan Sanur sekitar 45 menit dan memiliki 4 dermaga untuk melabuhkan kapal-kapal cepat tergantung perusahaannya. Keempat dermaga tersebut antara lain:

  1. Pelabuhan Toya Pakeh (Crown Fast Boat Cruises)
  2. Dermaga Seblanga Banjar Nyuh (Maruti Express Boat)
  3. Dermaga Banjar Nyuh (Prasi Sentana/Angle billabong, Dwi Manunggal)
  4. Dermaga Sampalan & Mentigi (Mola-mola, Idola dan Caspla fast boat)

Nusa Penida memiliki banyak pantai yang sangat indah serta Pura yang unik untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Menurut situs gotravelindonesia.com, pantai-pantai dan tujuan wisata yang dimiliki oleh Nusa Penida antara lain:

Sebelah Selatan Pulau Nusa Penida

Banah Cliffs

Temeling Natural Pool

Segaring Waterfall dan masih banyak lagi

Sebelah Barat Pulau Nusa Penida

Broken Beach

Angel Billabong

Love Tree

Klingking Beach

Palungan Cliff

Crystal Bay

Sebelah Timur Pulau Nusa Penida

Atuh Beach

Suwehan Beach

Bukit Teletubbies Nusa penida

Goa Giri Putri dan Vihara Dewi Kwan Im

Namun dibalik keindahan pantai-pantai yang dimiliki oleh Nusa Penida, hal yang menjadi sorotan para wisatawan selama 2 tahun terakhir adalah akses jalan menuju tujuan wisata masih buruk dan rusak. Nusa Penida memiliki kondisi tanah berupa kapur karang dan terdiri dari perbukitan, sehingga membuat jalanan berbatu, berpasir, berbelok-belok dan mendaki serta berisiko bagi wisatawan yang melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan mobil ataupun motor. Panjang jalanan yang ada di Nusa Penida adalah sekitar 229 KM dan masih 30 KM yang rampung diperbaiki di tahun 2018. Jalanan yang sudah diperbaiki hanya jalanan yang berada disekitar pemukiman penduduk sedangkan akses jalan menuju pantai masih rusak parah.

Mengapa Nusa Penida Tidak Semulus Kuta Sekitarnya?

Jika diketahui bahwa Pulau Nusa Penida terletak di sebelah tenggara Pulau Bali dan masuk bagian dari Kabupaten Klungkung. Sudah menjadi masalah umum jika pengembangan infrastruktur termasuk jalan di daerah tidak sebagus jalanan di kota. Tidak hanya di Nusa Penida, beberapa Kabupaten dan desa yang ada di Indonesia mengalami hal serupa. Namun demikian, melihat Nusa Penida merupakan daerah yang keindahan alamnya mengalahkan Pantai Kuta Bali saat ini, sangat disayangkan jika tidak difasilitasi dengan akses jalan yang baik. Jika sebagian besar penduduk di Nusa Penida memiliki mata pencaharian nelayan dan sebagian kecil bercocok tanam. Kondisi tanah yang kurang baik dan tidak terdapat sungai menjadikan daerah Nusa Penida sangat kering, sehingga sangat baik jika dilihat dari sektor pariwisatanya. Sedangkan pemudanya masih berorientasi bekerja di Bali daratan. Hanya terdapat satu lokasi observasi burung yang langka di Bali seperti burung jalak bali yang saat ini dikelola oleh penduduk lokal yang telah didukung oleh para relawan dari para turis asing. Namun kelihatannya pantai-pantai belum dijamah oleh Pemerintah ataupun investor asing.

Pantai Atuh Surga Tersembunyi di Nusa Penida
Pantai Atuh Surga Tersembunyi di Nusa Penida

Kondisi jalan yang sempit dan rusak dikeluhkan oleh banyak wisatawan, apalagi transportasi di Nusa Penida masih sangat minim. Sebagian besar para wisatawan menyewa motor untuk menuju tempat wisata yang ada di Nusa Penida. Berbeda dengan Pantai Kuta yang berada dipusat kota Denpasar, daerah ini sudah banyak dikerumuni oleh para investor lokal dan asing yang mengembangkan usaha di sektor pariwisata sehingga daerah Kuta dan sekitarnya sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Menurut pemerintah Kabupaten Klungkung, kondisi geografis Nusa Penida yang berbukit menjadi kendala pembangunan infrastruktur karena membutuhkan investasi dana yang besar. Pariwisata Nusa Penida masih kalah ramai dan maju dibandingkan pariwisata di Pulau Nusa Lembongan. Geografis Potensi pariwisata di Nusa Penida antara lain wisata spiritual, panorama laut, dan budidaya rumput laut. Pembangunan dan manajemen potensi wisata itu belum maksimal. Penginapan di Nusa Penida juga masih sederhana berupa bungalow dan guest house serta dikelola oleh masyarakat lokal dengan manajemen keluarga.

Ilustrasi Perbandingan Jalanan Nusa Penida Dengan Pantai Kuta
Ilustrasi Perbandingan Jalanan Nusa Penida Dengan Pantai Kuta

Proyek Ruas Jalan Mangkrak

Berdasarkan berita dari IDN News Bali (2/11/2018), Pemerintah Bali sudah mengeluarkan 5,4 Miliyar untuk proyek ruas jalan di Nusa Penida, namun hanya 9 persen yang diselesaikan oleh pihak pengembang. Rekanan yang tidak profesional dan tidak bertanggung jawab menyebabkan sejumlah  proyek ruas jalan mangkrak atau tertunda. Padahal pemerintah sudah mengeluarkan anggaran yang besar untuk perbaikan jalan. Dengan demikian, pemerintah sebaiknya melakukan evaluasi dalam proses pengadaan rekanan dan benar-benar melakukan seleksi rekanan. Pemerintah Bali dapat memprioritaskan perbaikan infrastruktur ini agar jumlah pendapatan negara dibidang pariwisata semakin meningkat dan tidak didominasi oleh investor asing.

Jika perbaikan jalan di Nusa Penida telah terealisasi maksimal, pastinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan wisatawan akan semakin banyak karena akses jalan yang mudah dilalui. Disamping perbaikan jalan, pemerintah daerah Nusa Penida juga harus meningkatkan sarana dan akomodasi serta mensosialisasikan kepada para pengusaha di kota untuk melirik Nusa Penida sebagai tujuan wisata yang tidak kalah menarik dan indah dibandingkan kota Denpasar dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Dua Prajurit TNI AD Kembali Gugur Dalam Kontak Senjata Dengan OPM

Papua (RakyatRukun.com) – Anggota Kopassus asal Dairi, Sumut, Lettu Inf Erizal Zuhri …