Jakarta (Rakyatrukun.com)- Ketua Media Center Persaudaraan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin menjelaskan pihaknya berencana menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tanggal 21 Februari 2020 mendatang. Selain PA 212, Front Pembela Islam (FPI) Novel sebut juga ikut andil dalam aksi tersebut.

Melansir Tagar.id, rencananya, mereka hendak menggulung pimpinan KPK era Firli Bahuri yang belum lama ini dilantik oleh Presiden Jokowi.

Bukan tanpa sebab dia berkata demikian, pasalnya Novel merasa jengkel dengan pimpinan KPK periode 2019-2023 yang dia nilai tidak sanggup menuntaskan perkara tindak pidana korupsi (tipikor) yang ada.

Selain itu, Novel menilai lembaga antirasuah di bawah kekuasaan Firli Bahuri sudah tidak lagi bertaring. Maka itu mereka merasa perlu mengeluarkan aspirasinya.

Lokasi Demonstrasi 212 di Tiga Tempat

PA 212 dan FPI berencana menggelar aksi demonstrasi menyusul banyaknya kasus korupsi yang dianggap terbengkalai.

Mereka menuntut penanganan lebih serius terhadap kasus korupsi yang kian marak terjadi di Indonesia.

Secara terpisah, Sekretaris Umum FPI Munarman mengatakan pihaknya akan meminta kejelasan kepada KPK, sejauh mana kasus korupsi yang telah menggerogoti uang negara hingga triliunan rupiah itu dapat ditindak.

“Selain skandal KPU-Harun Masiku, sejumlah kasus mega korupsi yang hingga kini tidak jelas penanganannya antara lain. Kasus yang menjerat Honggo selaku Direktur PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan kerugian negara mencapai Rp 35 triliun, kasus PT Jiwasraya yang merugikan Rp 13 triliun, dan kasus PT Asabri dengan kerugian Rp 10 triliun,” kata Munarman lewat keterangan tertulis yang diterima Tagar, Selasa, 4 Februari 2020.

Selain di depan gedung KPK, aksi demonstrasi PA 212, FPI, dan GNPF Ulama rencananya juga akan digelar di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, pada Jumat, 21 Februari 2020, pukul 13.30-15.30 WIB.

Terdapat pula surat pemberitahuan Aksi 212 yang digelar 21 Februari 2020 pukul 13.30 WIB atau setelah salat Jumat. Tertulis dalam surat tersebut peserta aksi diimbau untuk melaksanakan salat di masjid sekitar Patung Kuda dan Istana Negara Jakarta.

Untuk itu, masyarakat dapat mengantisipasi kemacetan dan penutupan jalan di titik-titik keramaian selama aksi demo dilakukan 21 Februari 2020 mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Hari Raya Galungan, Hari Suci Perayaan Kemenangan Dharma Melawan Adharma

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memasuki bulan Februari, umat Hindu di seluruh Nusantara…