Hutan Indonesia merupakan hutan yang menduduki urutan ketiga terluas di dunia dengan hutan tropis dan sumbangan dari hutan hujan (rain forest) Kalimantan dan Papua. Menurut data Forest Watch Indonesia (FWI), sebuah lembaga independen pemantau hutan Indonesia, sejumlah 82 hektare luas daratan Indonesia masih tertutup hutan. Ini merupakan sebuah prestasi membanggakan mengingat hutan merupakan salah satu pendukung yang sangat penting bagi keseimbangan alam. Hutan tropis di Indonesia menyimpan banyak potensi energi mikrobiologi yang sangat diperlukan dunia. Energi mikrobiologi hanya dapat ditemukan di hutan hujan tropis dan keanekaragaman hayati.

Melihat pentingnya hutan bagi masa depan, di sisi lain  betapa memprihatinkan mengingat laju kehilangan hutan di Indonesia yang begitu cepat. Selama empat tahun terakhir, masalah kebakaran hutan memang sudah mereda. Terakhir kebakaran hutan hebat terjadi pada 2015. Kala itu kebakaran hutan mencapai luas 2,6 juta hektar atau setara 32 kali wilayah Jakarta. Pada 2019, kebakaran hutan kembali terjadi di 28 provinsi.

Tidak hanya di Indonesia, kasus kebakaran hutan dan lahan hebat juga dialami oleh beberapa negara dunia. Sebelumnya diberitakan terjadi kebakaran di hutan hujan di Amazon, Amerika Selatan. Hutan tropis ini merupakan paling luas di dunia dan dikenal dengan paru-paru dunia karena menghasilkan 30% dari seluruh oksigen bumi. Akibatnya, menurut laporan sekitar seperempat dari hutan hujan tersebut telah terbakar dan memusnahkan banyak habitat flora dan fauna.

Peran Pemadan Kebakaran Dibalik Redupnya Kobaran Api

Dibalik setiap peristiwa kebakaran yang terjadi, terdapat sosok pemadam kebakaran yang memegang peranan penting. Disaat tidak semua masyarakat memiliki kemampuan untuk memadamkan api, para relawan inilah yang harus turun tangan. Pemadam kebakaran harus siap siaga terhadap semua jenis kebakaran, termasuk kebakaran kawasan hutan dan lahan yang cukup signifikan mempengaruhi gangguan perekonomian dan ketahanan pangan nasional, termasuk berdampak pada terganggunya transportasi hingga kesehatan masyarakat.

Pemadam kebakaran harus memperkuat sistem deteksi dini dan penetapan siaga darurat segera, terutama daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan lahan gambut. Pemda yang membawahi relawan pemadam kebakaran juga dapat bekerjasama dengan pihak swasta dalam pengurangan resiko kebakaran seperti penyiapan sekat kanal dan pengecekan kesiapsiagaan operasi udara, patroli udara, hujan buatan dan water bombing. Pengaktifan posko pengendalian kebakaran hutan, patroli bersama masyarakat dan penyuluhan di tingkat kecamatan dan desa juga sangat perlu dilakukan untuk pencegahan bersama.

Tugas petugas pemadam kebakaran tak hanya sekadar memadamkan api. Seorang pemadam kebakaran juga dituntut untuk mampu melakukan pencegahan dan penyelamatan. Seorang Pegawai Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta mengatakan upaya pencegahan salah satunya dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Mereka memberikan edukasi terkait deteksi dini terhadap potensi terjadinya kebakaran.

Selain itu, pemadam kebakaran juga rutin melakukan simulasi penanggulangan bahaya kebakaran di gedung perkantoran. Tak jarang mereka ditugaskan untuk mengevakuasi korban tenggelam atau menolong korban banjir. Bahkan, pemadam kebakaran juga sering diminta untuk membantu menyelamatkan hewan.

Perjuangan Pemadam Kebakaran Hutan

Tentu saja profesi sebagai pemadam kebakaran yang selalu menghadapi kobaran api memiliki resiko tinggi. Dibalik kesuksesan dalam memadamkan api dan menyelamatkan korban, ada berbagai kisah pilu yang terjadi. Seperti kisah tragis yang datang dari Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Jambi. Seorang relawan meninggal dunia akibat tertimpa pohon saat bertugas memadamkan api di Tahura Senami.

Setiap saban tahun di musim kemarau, pemadam kebakaran hutan hampir selalu berjibaku dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di setiap upaya pemadaman mereka bukan hanya dihadapkan dengan panasnya api tetapi ancaman lain yang tak mereka duga sebelumnya. Salah sedikit saja nyawa melayang.

Lain cerita disaat bertugas memadaman api di kawasan hutan primer Riau. Diberitakan oleh kompas.com, Raymon yang merupakan salah satu petugas pemadam kebakaran lari terbirit-birit dikejar beruang madu saat dirinya dan tim tengah bertugas di hutan tersebut. Saat itu dirinya terkejut bukan kepalang saar bersitatap dengan beruang setinggi dirinya. Belum lagi jika tiupan angin kencang yang mempercepat resiko penyebaran api sehingga dapat membahayakan jiwa.

Selain cerita yang menegangkan, petugas pemadam kebakaran ini juga punya cerita sedih. Mereka tak bisa pulang menemui anak dan istri selama bertahun-tahun demi memadamkan api saat anak sakit. Berbagai risiko dan ancaman itu tentu membuat segenap keluarga para pemadam karhutla khawatir. Namun sekali lagi mereka menganggap pekerjaan ini sangat penting dan mulia karena banyak yang bisa diselamatkan

Kebakaran hutan dan lahan berdampak pada rusaknya ekosistem dan musnahnya flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di hutan. Asap yang ditimbulkan juga menjadi polusi udara yang dapat menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), asma, penyakit paru obstruktif kronik. Selain itu, asap bisa mengganggu jarak pandang, terutama untuk transportasi penerbangan. Oleh karena itu, peran satuan tugas pemadam kebakaran sangat strategis dalam pembangunan perekonomian daerah sebagai perwujudan perlindungan bahaya kebakaran terhadap aset masyarakat, dunia usaha, pemerintah daerah dan aset nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…