Pelajaran Pancasila wajib masuk kurikulum pendidikan di Indonesia. Hal ini disampaikan Ketua Majelis Purmusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo saat sidang paripurna pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Minggu (20/10). Bambang menyebut Pancasila harus masuk lagi ke dalam kurikulum pendidikan Indonesia untuk memantapkan ideologi bangsa sejak dini.

“Keputusan Presiden itu harus menjadi dokumen akademis yang mewarnai proses pendidikan Pancasila di lembaga-lembaga pendidikan formal,” ujarnya.

Diberitakan oleh akun Instagram indozone.id, Bamsoet menuturkan jika pendidikan Pancasila harus dimasukkan ke dalam semua jenjang pendidikan, baik dari usia dini hingga universitas. Dia pun memuji komitmen Presiden Jokowi dalam menjaga idelaisme bangsa dengan menetapkan Hari Kelahiran Pancasila dan membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Keputusan itu menunjukkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara dan menjadi bintang penuntun ke mana arah tujuan bangsa. Pemerintah sendiri tidak akan membuat keputusan Presiden sebagai dokumen historis yang hanya akan disimpan. Tetapi juga akan menjadi difungsikan menjadi dokumen hukum dalam setiap pembentukan perundang-undangan.

Tidak hanya itu, BPIB dan Badan Sosialisasi empat pilar MPR akan semakin mengoptimalkan peran dan tanggung jawab negara untuk mempertahankan ideologi bangsa Pancasila.

“Lebih dari pada itu ke depan kita perlu mempunyai payung hukum yang kokoh dalam bentuk undang-undang mengenai pembinaan ideologi Pancasila,” ujarnya.

Joko Widodo dan Ma’ruf Amin resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada Minggu, 20 Oktober 2019 dalam seremoni yang diselenggarakan di Gedung MPR/DPR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…