Para Pasukan Pelangi. Pantang Pulang Sebelum Bersih!

Lihatlah sekarang lingkungan DKI Jakarta sudah berangsur-angsur membaik. Masyarakat Jakarta harusnya bangga memiliki sahabat yang membantu membersihkan lingkungan. Jasa para petugas kebersihan ini amatlah besar dalam meciptakan lingkungan tempat tinggal yang ramah mata dan ramah kesehatan. Sejauh mata memandang sudut-sudut kota yang bersih, sungai yang tak dikepung sampah, selokan yang tidak mampet lagi membuat momok banjir kabur dari kehidupan warga Jakarta.

Mereka adalah pasukan “pelangi” bentukan Ahok-Djarot selama memimpin DKI Jakarta. Disebut pelangi karena petugas memakai seragam yang berwarna warni sesuai dengan lingkungan dan tugasnya masing-masing. Pasukan ini merupakan baris terdepan dalam membantu warga. Kehadiran mereka menjadi salah faktor untuk mengubah wajah Jakarta menjadi lebih asri. Seperti apa profil pasukan pelangi itu? Berikut yang diulas dalam tribunnews.com:

1. Pasukan Oranye

Pasukan yang bernaung di bawah tim Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) ini memiliki tanggung jawab menjaga sarana dan prasarana umum, termasuk kebersihan lingkungan. Tugas mereka tidak hanya membersihka lingkungan dari tumpukan sampah, melainkan juga perbaikan saran dan prasana rusak yang menjadi tanggung jawab lurah setempat.

2. Pasukan Hijau

Pasukan yang berada di bawah naungan Dinas Pertamanan ini selain tugas utamanya adalah menjaga keasrian taman-taman di Jakarta, mereka juga diberi tanggungjawab membuat wajah ibu kota jadi ijo royo-royo. Jika ada tanaman yang rusak dan mati, mereka akan segera menggantinya.

3. Pasukan Ungu

Pasukan yang terdiri dari dokter, perawat, kader dari Dinas Kesehatan, petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Posial (P3S) Dinas Sosial, serta relawan dari beragam latar belakang profesi. Pasukan ini bertugas membantu berbagai problem yang terkait dengan lansia dan dimensia, mulai dari lansia hilang atau mereka yang tersesat di belantara Jakarta.

4. Pasukan Biru

Berada di bawah Dinas Tata Air DKI Jakarta, pasukan ini memiliki tugas menjaga kebersihan saluran air, termasuk gorong-gorong di Jakarta. Mereka rajin blusukan di gorong-gorong untuk mencari penyebab macetnya saluran air. Salah satu temuan pasukan ini adalah tumpukan sisa-sisa kabel segede gaban yang menyumbat saluran air Jakarta beberapa waktu lalu.

5. Pasukan Kuning

Berada di bawah Dinas Bina Marga DKI, pasukan kuning bertugas untuk mewujudkan sarana dan prasarana yang memadai. Jalanan yang rusak dan berlubang, trotoar serta tali-tali air jadi perhatian pasukan ini.

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa tugas mereka sangat membantu warga untuk memelihara lingkungan kota Jakarta. Masih banyak warga yang acuh terhadap budaya kebersihan. Namun, bukan berarti warga bergantung sepenuhnya pada para petugas kebersihan ini. Meskipun pasukan kebersihan ini ikhlas dalam melaksanakan tugasnya, perihal kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas saja melainkan tanggung jawab bersama warga juga.

Melihat dari peranannya yang besar dalam membantu warga dalam mengubah lingkungan kota menjadi lebih baik, bagaimana kesejahteraan yang didapat para pahlawan kebersihan ini. Besaran gaji yang diterima berbeda untuk masing-masing petugas ini. “Untuk PPSU, gaji sesuai UMR (Upah Minimum Regional DKI),” kata Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI, Premi Lasari, kepada detikcom, Jumat (2/3/2018). Mereka juga diganjar fasilitas BPJS Kesehatan, BPJS ketenagakerjaan, KJP, serta naik TransJakarta gratis yang dibayarkan Pemprov DKI. Gaji pasukan biru untuk golongan Petugas Kebersihan Luar Gedung mendapatkan gaji dan kesejahteraan yang sama dengan pasukan oranye. Adapun pasukan biru jenis yang lain punya nominal gaji yang berbeda tiap bulan. Yang bertugas menjadi operator pompa menerima gaji 1,1xUMP (Rp 4.012.838,00). Operator alat berat mendapat upah 1,2xUMP (Rp 4.377.642,00). Petugas juru gambar mendapat 1,4xUMP (Rp 5.107.249,00). Pasukan hijau rekrutan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan pasukan ungu dari Dinas Sosial DKI juga memiliki status yang sama dengan pasukan biru Dinas Sumber Daya Air.

Masyarakat juga bisa dan seharusnya turut serta dalam pembersihan lingkungan. Namun, alangkah lebih tertolongnya lagi dengan sokongan pemerintah daerah dalam membentuk pasukan pelangi ini. Diharapkan warga akan semakin bersemangat membantu para pasukan bersih-bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga keindahan taman bersama. Kebersihan adalah pangkal kesehatan dan untuk mewujudkannya diperlukan kerja sama semua pihak, tidak hanya pasukan pelangi. Marilah kita hargai tugas mereka. Terima kasih pasukan “Pantang Pulang Sebelum Bersih”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…