Pasca Erupsi Gunung Agung, Turis Asing Nekat Mendaki

Pasca Erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali (21/4), beberapa wilayah terdampak mengalami hujan abu akibat peristiwa alam tersebut.

Dilansir Liputan6.com (21/4), Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan meski mengeluarkan abu vulkanik, hal itu tidak menganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Para wisatawan dipastikan bisa berkunjung ke Pulau Dewata dengan aman pasca erupsi Gunung Agung.

Tidak ada cedera yang dilaporkan setelah letusan di gunung berapi Bali Gunung Agung terjadi pada pukul 3.21 pagi waktu setempat. Sutopo mengatakan: “Ini adalah situasi normal dari gunung berapi aktif dan tidak perlu bagi masyarakat untuk panik, selama mereka tetap berada di luar zona bahaya. Jangan mencoba mendekat ke kawah untuk mendokumentasikan aktivitas vulkanik di kawah.”

Sampai hari ini, Gunung Agung dalam beberapa waktu terakhir terus menunjukkan aktivitas erupsi. Radius aman Gunung Agung juga sudah dinaikkan sampai batas    4 kilometer dari puncak. Namun demikian, dalam akun twitter @Sutopo_PN menciut video viral dua orang turis asing diketahui nekat untuk mendaki Gunung Agung, Bali. BNPB mengecam aksi yang dilakukan oleh dua orang turis asing tersebut.

Keduanya tampak santai mengabadikan momen satu sama lain sambil duduk di sebuah batu yang dekat dengan kawah. Dalam cuitannya pula, Sutopo menegaskan bahwa aksi dua turis asing tersebut sangat berbahaya. Meski sudah dilarang beraktivitas di dalam radius 4 km dari puncak, tapi masih ada saja wisman dan guide turis yang nekat ke kawah. Sangat berbahaya karena Gunung Agung dapat erupsi kapan saja.

Rakyat Rukun merangkum bahaya mendekati gunung aktif pasca erupsi antara lain:

Berpotensi Erupsi Susulan

Pasca erupsi, gunung aktif berpotensi menyemburkan lava panas kapan saja. Sebaiknya untuk sementara waktu untuk menghindari aktivitas pendakian, agar terhindar dari erupsi yang tiba-tiba terjadi.

Kondisi Udara Tidak Baik

Pasca erupsi, gunung aktif tidak hanya menyemburkan lava panas, tetapi juga mengeluarkan debu vulkanik yang sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia.

Bahkan walaupun berjarak jauh dari gunung, biasanya beberapa daerah yang terkena dampak debu vulkanik disarankan untuk tetap menggunakan masker agar tidak menghirup debu vulkanik yang lebih berbahaya dari debu biasa.

Erupsi Bisa Disertai Gempa

Faktanya beberapa erupsi gunung aktif biasanya disertai oleh gempa bumi. Gempa bumi bisa saja menyebabkan berubahnya jalur pendakian yang biasa dilalui oleh pendaki, sehingga berpotensi jalur menjadi nyasar. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya para wisatawan tetap mematuhi arahan dari petugas BNPB dan pemerintah setempat dan terus mengikuti informasi jika ingin kembali melakukan aktivitas pendakian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…