Jakarta (RakyatRukun.com) – Pada Minggu (27/10), Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan bahwa Pemimpin ISIS Al-Baghdadi tewas dalam operasi khusus pasukan AS. Pemimpin ISIS tersebut meledakkan diri dengan rompi yang berisikan bahan peledak, ketika ia telah tersudut di ujung terowongan bawah tanah. Ledakan tersebut juga menewaskan tiga orang anak buahnya.

Melansir Reuters, Selasa (29/10/2019), Baghdadi dipastikan tewas setelah meledakkan diri usai terpojok oleh pasukan elite AS di sebuah terowongan bawah tanah dalam operasi di Suriah. Presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya memastikan jasad Baghdadi termutilasi usai meledakkan diri.

Sejumlah pejabat AS yang enggan disebut namanya, yang dikutip Reuters, tidak mengungkapkan secara jelas lokasi ‘pemakaman’ Baghdadi tersebut dan berapa lama prosesi itu berlangsung. Dua pejabat AS hanya menyatakan keyakinannya bahwa jenazah Baghdadi dibawa ke lautan dengan sebuah pesawat.

Sumber Daya Vital ISIS Berhasil Dikuasai AS

Konferensi Pers yang dihelat di Pentagon pada Senin (28/10), Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper menyatakan bahwa ladang-ladang minyak di wilayah timur Suriah

yang selama ini menjadi sumber daya finansial ISIS dan digunakan untuk mendanai aksi terornya telah diambil alih oleh AS seperti yang dilansir oleh Detik.com.

“Pasukan Amerika akan tetap berjaga di area strategis ini untuk menghalangi ISIS mengakses sumber daya vital tersebut,” tambah Esper.

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas mengatakan tewasnya al-Baghdadi tidak menandai berakhirnya gerakan organisasi ISIS.

Kematian pemimpin ISIS diduga menjadi pukulan bagi pengikutnya yang masih tersisa. Sekarang mereka kehilangan sosok pemimpin setelah sebelumnya mereka juga banyak kehilangan wilayah kekuasaan awal tahun ini.

Amerika Klaim Calon Pengganti Al-Bagdadi Juga Sudah Tewas

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa militer AS telah membunuh seseorang yang kemungkinan bakal menjadi pengganti Abu Bakar al- Baghdadi sebagai pemimpin ISIS. Melalui akun Twitter miliknya, Trump mengklaim dirinya telah mendapat konfirmasi terkait tewasnya calon kuat pengganti Baghdadi.


Dilansir Newsweek, Minggu (27/10/2019), Abdullah Qardash disebut akan menggantikan peran Abu Bakar al-Baghdadi sebagai pemimpin ISIS yang sudah tergerus sejak dia tewas.

Pejabat itu mengungkapkan, peran Baghdadi hanya sebatas simbolis. “Dia tak terlibat dalam operasi harian. Dia hanya berkata ya atau tidak. Tak merencanakannya,” ujar sumber.

Sumber itu menerangkan, meski Abu Bakar al-Baghdadi tewas, kemampuan ISIS dalam menciptakan teror tidak akan berhenti begitu saja.

“Mereka telah membangunkan raksasa tidur. Tentunya mereka akan menciptakan kekacauan dan kerusuhan di negara-negara Barat,” ujarnya.

Namun demikian, menurut Pemerintah Arab Saudi melalui Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS), keberhasilan operasi tersebut telah menjadi penanda untuk era baru dan langkah bersejarah dalam peperangan melawan terorisme.

Pangeran Mahkota Arab Saudi itu ikut mendukung dan mengucapkan selamat kepada Presiden Donald Trump atas keberhasilan AS dalam operasi militernya yang menewaskan pemimpin ISIS Abu Bakar al- Baghdadi. Ucapan selamat tersebut disampaikan MBS, julukan putra mahkota Saudi, lewat sambungan teleponnya dengan Presiden Trump, demikian diberitakan kantor berita Arab Saudi, SPA, Selasa (29/10/2019).

Apakah ini juga menjadi akhir terror pengikut ISIS di Indonesia, atau malah akan semakin brutal? Pemerintah Indonesia sebaiknya mengambil langkah yang cepat untuk menangkal dan mencegah kemungkinan serangan balik dari pengikut ISIS yang ingin balas dendam atas kematian pimpinannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

WhatsApp Luncurkan Katalog Belanja Buat Pengguna di Indonesia

WhatsApp meluncurkan fitur baru untuk pengguna di Indonesia. Fitur tersebut adalah katalog…