Penembakan Di Belanda, Keterlibatan Isis?

Belum sembuh duka dunia untuk tragedi di Selandia baru, kali ini terjadi lagi tragedi penembakan di Utrecht, Belanda pada 18 Maret 2019, pukul 10.45 waktu setempat.

Tragedi menyedihkan ini terjadi tepatnya di persimpangan kereta listrik di 24 Oktoberplein. Pihak kepolisian mendapatkan berita bahwa terjadi penembakan disana. Beberapa saksi hanya mengatakan bahwa terdengar beberapa tembakan dari orang tak dikenal. 3 orang meninggal dunia dan ada beberapa dalam kondisi cedera parah.

Salah seorang polisi mengatakan bahwa ada dugaan keterlibatan teroris dalam penembakan ini. Namun pada Senin pagi waktu setempat, dikatakan kepada media bahwa penembakan ini adalah hanya “perkara keluarga”. Sangat aneh. Sampai hari ini pun belum diketahui pernyataan resmi dari kepolisian setempat mengenai motif penembakan tersebut.

Terduga bernama Gokmen Tanis. Seperti yang dikutip di bbc, Pria ini diduga terlibat jaringan ISIS yang beroperasi di beberapa daerah, termasuk daerah TKP. Terduga pernah ditahan karena keterlibatannya dengan ISIS, namun kemudian dibebaskan.

Tragedi ini bisa dibilang sama sekali tidak terduga. Bagaimana tidak, populasi penduduk di Utrecht hanya sekitar 340000 jiwa. Sedangkan untuk negara Belanda, tingkat kriminalitas dan pembunuhan dengan senjata api tergolong rendah dibandingkan dengan negara lain.

Beberapa jam setelah tragedi penembakan, beberapa tempat publik ditutup seperti sekolah, gedung-gedung, dll. Transportasi publik pun belum diperbolehkan untuk beroperasi. Namun saat ini kondisi mulai membaik dan beberapa tempat mulai kembali beroperasi, begitu juga dengan transportasi publik. Hingga hari ini penjagaan ketat masih dilakukan di tempat publik seperti sekolah, komplek pertokoan, dan stasiun kereta.

Dunia sedang berduka dengan adanya tragedi yang baru saja menimpa kita di Selandia Baru dan Belanda. Nyatanya terorisme bukanlah tentang agama. Yang dilakukan Tarrant dan Tanis adalah terorisme brutal yang hanya ingin memecah belah kerukunan negara tersebut demi kepuasan pribadi. Dimanapun kita, kita tetap harus waspada karena nyatanya tidak ada tempat yang aman untuk menjadi target terorisme. Harapan kita adalah aparat keamanan mampu menjaga ketentraman lingkungan agar bisa mengantisipasi hal-hal semacam ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…