Pertemuan Jokowi dengan PM Jepang Shinzo Abe berdurasi satu menit sempat menjadi fraud isu bahwa hal tersebut adalah durasi pidato Jokowi di G20 Osaka pekan lalu. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah memastikan isu ‘Jokowi pidato 1 menit’ di KTT G20 tidak benar. Melansir dari Detik.com, sebelumnya isu yang menyatakan Jokowi hanya menyampaikan pidato dalam 1 menit menjadi sorotan di media twitter. Dalam sebuah akun twitter, netizen menyoroti sebuah video acara di TV Jepang yang sedang membicarakan angka 1 pada posisi negara Indonesia. Video berbahasa Jepang tersebut diklaim merupakan durasi pidato Presiden RI yang paling singkat pada ajang internasional tersebut. Durasi yang tersingkat dibandingkan dengan pidato kepala negara lainnya yang hadir pada G20 tersebut.

Diketahui bahwa saat menghadiri KTT G20 di Osaka pada 28-29 Juni 2019 lalu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dipercayakan menjadi  lead speaker  pada pertemuan G-20 atau Kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa, sehingga tidak mungkin durasi pidato hanya 1 menit. Melihat padatnya jadwal yang harus dijalani oleh masing-masing kepala negara yang hadir, Jepang selaku tuan rumah memang membatasi durasi pidato masing-masing kepala negara yang menjadi pembicara agar semua mendapat kesempatan berbicara.

Melansir suara.com, angka-angka yang tercantum di papan yang dipegang penyiar TV Jepang, Shinichiro Azumi menunjukkan durasi pertemuan masing-masing kepala negara dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe. Di papan itu terlihat durasi pertemuan terlama dengan Shinzo Abe dipegang oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, yakni hingga 87 menit, kemudian diikuti Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menghabiskan waktu selama 82 menit untuk berbicara dengan Shinzo Abe. Sementara itu, pertemuan paling sebentar Shinzo Abe adalah dengan Jokowi, yaitu hanya satu menit.

Perihal Kegiatan di MK, Pertemuan Hanya Singkat

Kemlu punya penjelasan mengapa pertemuan kedua pemimpin negara itu begitu singkat. Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negri RI, Febrian Ruddyan mengungkapkan bahwa sebenarnya Presiden Jokowi punya agenda tersendiri dengan PM Jepang untuk melakukan percakapan bilateral pada tanggal 27 Juni 2018. Seperti yang dikutip dari Detik.com, Jokowi akhirnya baru berangkat pada 27 Juni malam dan tiba di Jepang 28 Juni pagi dikarenakan adanya kegiatan di MK pada tanggal 27 Juni lalu. Karena itu, Presiden tidak dapat melakukan pertemuan bilateral dengan PM Jepang. Sebagian besar pertemuan bilateral antara pemimpin negara peserta KTT G20 dan PM Abe dilakukan pada 27 Juni 2019. Itu karena PM Abe harus memimpin KTT G20 pada 28-29 Juni 2019.

Pertemuan Singkat Namun Tidak Berdampak Buruk

Walaupun Kemlu membenarkan bahwa pertemuan Jokowi dengan PM Abe hanya singkat, sama sekali tidak berdampak buruk bagi Indonesia. Jokowi dan PM Abe akan disesuaikan pertemuannya kembali dengan jadwal keduanya. Namun demikian, meski hanya singkat ada dua pesan yang disampaikan oleh Jokowi dalam percakapannya yang singkat tersebut yaitu mengenai general review IJEPA (Indonesia-Jepang dalam Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement) dan RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership).

Bukan soal lamanya suatu pertemuan bilateral yang dilakukan Jokowi dan PM Jepang namun yang terpenting adalah mampu memperjuangkan misi apa yang dibawa Indonesia ke forum internasional. Karena durasi pertemuan bilateral tergantung dengan konteks yang ingin dibicarakan. Forum internasional seperti KTT G20 ini dianggap harus dimanfaatkan oleh kepala negara untuk menyampaikan  suara Indonesia disamping dapat menjalin keakraban dengan kepala negara lainnya. Selain itu forum G20 ini juga menjadi wadah untuk Amerika dan Tiongkok untuk bertemu membahas perang dagang yang saat ini hangat yang dampaknya berpengaruh bagi Indonesia. Melalui kegiatan KTT G20 ini diharapkan kinerja perekonomian Indonesia dan dunia semakin meningkat serta persoalan bisnis dunia juga dapat terselesaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…