Prediksi OJK Fintech Mendominasi Pelayanan Jasa Keuangan

Inovasi di bisnis keuangan makin tidak tertebak. Industri keuangan modern bahkan memaksa kita untuk hampir tidak menggunakan uang fisik. Hampir semua transaksi keuangan kita dilakukan dengan cashless. Mulai dari online shopping hingga pembayaran tagihan rutin. Ternyata hal ini berkembang ke industri keuangan digital.

Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sukarela Batunanggar menyampaikan bahwa industri keuangan digital berpeluang untuk mampu mendominasi jasa keuangan di Indonesia. Selain menawarkan pelayanan yang lebih simpel dan efisien, bisnis tersebut juga makin berkembang seiring dikeluarkannya aturan-aturan baru yang menjamin perlindungan terhadap konsumen. Juga dengan penyaluran kredit dari peer to peer lending yang terus mengalami peningkatan, industri keuangan digital disinyalir akan makin membaik.

Berdasarkan data OJK, dalam 2 tahun terakhir akumulasi penyaluran pinjaman fintech lending sudah naik masing-masing 802,22 persen dan 784,3 persen secara tahunan. Penyaluran kredit terhadap UMKM lewat peer to peer lending juga cukup tinggi dan mencapai Rp25,9 triliun per Januari 2019. Pendanaan lewat fintech yang tinggi membuktikan bahwa literasi digital berbanding lurus dengan transksi keuangan yang semakin inklusif.

Menurut Sukarela, data-data tersebut harusnya menjadi bahan evaluasi bagi industri perbankan di Indonesia. Sebab jika perbankan tidak berinovasi untuk mengembangkan model bisnisnya, maka para nasabah bank akan ramai-ramai berpindah ke jasa keuangan digital tersebut. Terdapat tiga model inovatif teknologi untuk mendorong inklusi keuangan yang harus diubah dari perbankan yaitu perubahan dari sisi strategi dan bisnis model serta infrastrukturnya agar tidak ketinggalan dalam meningkatkan inklusi keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…