Presiden Sri Lanka Pecat Kepala Polisi dan Menhan

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena, Rabu (24/4/2019), memecat dua pejabat tinggi keamanan negeri Sri Lanka yaitu Kepala Kepolisian Pujuth Jayasundara dan Menteri Pertahanan, Hemasiri Fernando. Presiden Sri Lanka meminta kedua pejabat tingginya tersebut mengundurkan diri dari jabatannya karena dianggap mengabaikan informasi dari badan intelijen asing tentang informasi teroris dan tidak memberitahukannya kepada Presiden. Pada hari Kamis (25/4), Menhan dan Kepala Polisi Sri Lanka resmi mengundurkan diri. Mereka mengaku bertanggung jawab akibat gagal mencegah teror bom pada 21 April lalu. (Baca Juga : Gambar Pelaku Bom Muncul di Online. IS Pelaku Ledakan di Sri Lanka?)

Hampir sepekan sejak peristiwa bom paskah di Sri Lanka (21/4), pemerintah Sri Lanka terus mengadakan evaluasi terhadap peristiwa ledakan yang menewaskan 359 orang dan melukai 500 orang tersebut. Polisi Sri Lanka juga sudah menangkap 18 orang tersangka yang terkait dengan peristiwa bom di delapan tempat pada Minggu Paskah.

Dilansir CNNIndonesia (25/4), Menhan Sri Lanka Fernando mengangap aparat keamanan sebenarnya menanggapi peringatan ancaman serangan teror sebelum terjadi. Semua aparatnya dianggap sudah mengusahakan segala hal untuk mencegah terror tersebut.

Pada Rabu (24/4/2019) ketua parlemen Sri Lanka Lakshman Kiriella mengatakan, para pejabat senior secara sengaja menahan informasi intelijen itu. Kiriella mengatakan, informasi rencana serangan terhadap gereja, hotel, dan politisi itu diterima dari intelijen India pada 4 April lalu. Pada 7 April, Presiden Sirisena memimpin rapat Dewan Keamanan Nasional tetapi informasi itu tidak disampaikan dalam rapat. Media setempat dan para menteri mengatakan, perselisihan antara Presiden Sirisena dan PM Ranil Wickremesinghe mengakibatkan terhambatnya alur informasi. Tahun lalu, Sirisena memecat Wickremesinghe dan mengangkat mantan presiden Mahinda Rajapaksa sebagai perdana menteri.

Pemerintah Sri Lanka menuduh Jemaah Tauhid Nasional (NTJ) dan Jemaah Agama Ibrahim sebagai pelaku serangan bom. Namun, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim mereka bertanggung jawab atas aksi teror itu. Hal ini juga yang diduga memicu aksi balas dendam terhadap umat Islam setempat.

India Peringatkan Sri Lanka Tiga Kali

Teka-teki siapa “badan intelijen asing” yang mengirimkan peringatan kepada Sri Lanka terkait ledakan bom pada Minggu (21/4/2019) mulai terjawab. Sumber internal pemerintah yang memahami isu keamanan negara mengungkapkan, adalah India yang memberikan peringatan kepada negara sesama kawasan Asia Selatan itu.

Diberitakan CNN Rabu (24/4/2019), sumber itu menuturkan New Delhi setidaknya mengirimkan tiga laporan intelijen berisi peringatan kepada Sri Lanka.

Laporan pertama dikirimkan pada 4 April atau lebih dari dua pekan sebelum serangan. Kemudian peringatan kedua dikirimkan sehari sebelum serangan (20/4/2019). Adapun peringatan ketiga terkirim satu jam sebelum serangan. “Semua peringatan itu memaparkan bahwa gereja dan hotel menjadi target,” papar sumber itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…