Jakarta (RakyatRukun.com) – Menjadi seorang prajurit TNI bukan hal yang mudah. Berbagai seleksi ketat dilakukan oleh TNI untuk mendapatkan calon prajurit terbaik. Tahap seleksi yang panjang dan penilaian yang tak main-main membuat para calon prajurit TNI harus berusaha keras.

Para pemuda pemudi yang berminat mendaftar TNI harus menyiapkan diri sebaik mungkin. Selain tahap seleksi yang ketat, peminat pendaftaran TNI pun selalu banyak. Tentu saja hal tersebut membuat para pendaftar harus siap bersaing secara sehat.

Pendaftaran TNI pun dibuka untuk semua kalangan yang memenuhi kriteria. Banyak orang beranggapan bahwa untuk menjadi prajurit TNI harus mengeluarkan biaya. Tetapi hal tersebut terbukti tidak benar. Salah satu prajurit TNI wanita berikut ini telah membuktikannya. Berikut cerita lengkapnya.

Dilansir dari channel Youtube TNI AD, seorang prajurit wanita bernama Desi Setiasari merupakan peserta tes CABA KOWAD tahun 2019. Setelah melewati serangkaian seleksi yang panjang, Desi pun dinyatakan lolos hingga ke pusat.

Diketahui bahwa ayah Desi merupakan seorang tukang ojek pangkalan. Meski demikian, Desi tetap semangat untuk menggapai cita-citanya sebagai prajurit TNI.

“Bapak saya bekerja sebagai tukang ojek pangkalan, ibu saya sebagai ibu rumah tangga,” ucap Desi Setiasari.

Perjuangan Desi tak mudah, meski mendapat dukungan dari kedua orang tuanya tapi lingkungan sekitarnya tampak kurang mendukung. Keluarga Desi kerap diremehkan.

“Kami sebagai orang tua hanya dapat mendukung saja dan berdoa karena kami orang biasa, saya ibu rumah tangga biasa dan bapaknya seorang tukang ojek makanya orang-orang sering bilang, banyak sekali yang mencibir kami jangan berharap jangan pernah bermimpi katanya kalau sekolah di TNI harus pakai uang, harus pakai orang dalam,” ucap Ibunda Desi.

Meski kerap diremehkan, Desi mampu membuktikan bahwa dirinya mampu dan layak bergabung di Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD). Meski dinyatakan lolos, Desi tidak akan sombong dengan pencapaiannya tersebut.

“Kalau saya lulus, saya pakai baju loreng, saya bangga, tapi saya tidak akan sombong, karena kesombongan itu tidak boleh. Mungkin nanti saya pulang ke rumah, tetangga saya lihat, tapi saya tidak akan banyak berbicara, saya hanya akan berikan senyuman saja pada mereka, bahwa saya bisa kalau anak tukang ojek juga bisa jadi prajurit,” ucap Desi sambil menahan tangis yang dikutip dari merdeka.com.

Setelah dinyatakan lolos seleksi, Desi dan keluarga pun tampak sangat bersyukur. Ibunda Desi pun mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

“Alhamdulillah, kami sebagai orang tua dari Desi ingin bersyukur kepada Allah SWT karena anak kami telah lolos, sekaligus saya ingin membuktikan kepada seluruh dunia bahwa ternyata masuk sekolah untuk ke TNI sama sekali tidak memakai biaya. Kami hanyalah orang biasa tetapi kami melihat perjuangan anak kami yang begitu besar, bahkan dia sampai berjuang sendiri pergi ke sana kemari,” ucap Ibunda Desi.

Desi yang dinyatakan lolos seleksi CABA KOWAD tentu membuat berbagai pihak tak menyangka. Bahkan ayah Desi pun mendapat banyak pertanyaan tentang proses seleksi Desi.

“Sampai beberapa kali suami saya ditanya, pak pakai orang dalam berapa orang, pak pakai uang berapa ratus juta, anak bapak kok bisa sampai lulus, sudah habis berapa puluh juta. Ayahnya bilang gini, jangankan untuk masuk ke TNI, buat sekolah aja pas-pasan buat sehari-hari juga kami pas-pasan,” ucap Ibunda Desi menceritakan.

Diketahui bahwa Desi Setiasari baru pertama kali mendaftar TNI dan langsung lolos hingga ke pusat. Desi merupakan lulusan tahun 2018.

“Saya lulusan tahun 2018, saya coba ke TNI sekarang, ini baru yang pertama kali, Alhamdulillah saya lolos sampai pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

KPK Siapkan 7 Peraturan Turunan UU KPK Dengan Kementerian Lembaga Terkait

Jakarta (RakyatRukun.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi bersama dengan kementerian …