Sejumlah Prajurit TNI melakukan penguburan massal terhadap jenazah korban gempa bumi dan tsunami di Taman Pemakaman Umum (TPU) Poboya Indah, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM — Sebanyak 220 prajurit TNI beserta materiil dan perlengkapannya yang selama ini tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa Nusa Tenggara Barat (NTB) dialihtugaskan ke Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dengan menggunakan KRI Teluk Lampung-540 dan KRI Teluk Cirebon-543, pergeseran pasukan menuju Pelabuhan Makassar dibagi menjadi dua sorty dari Dermaga Lembar, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, NTB, pada Senin (8/10/2018).

Panglima Kogasgabpad Lombok Mayjen TNI Madsuni mengatakan, pergeseran pasukan ke Sulteng untuk membantu percepatan proses pembersihan dampak dari bencana gempa bumi dan tsunami di Sulteng.

Dia menyampaikan, selain pasukan dan perlengkapan, juga dikirimkan bantuan pakaian layak pakai dan 50 buah tandon air kapasitas tampung 500 kg.

“Untuk pembersihan di Lombok sudah hampir selesaidan saat ini sebagian pasukan diperbantukan ke Sulteng untuk memperkuat pasukan yang ada di sana. Khusus untuk bantuan pakaian layak pakai dan tandon air yang masih ada di gudang, kami alihkan ke Sulteng yang lebih membutuhkan,” ujar Madsuni.

Madsuni menyampaikan, pergeseran pasukan ke Sulteng pada sorty pertama menggunakan KRI Teluk Lampung-540 dan sorty kedua dengan KRI Teluk Cirebon-543.

“Alat berat yang dibawa, antara lain 1 unit dozer D 65 25 ton, 1 dozer D 53, 1 exavator Pc 200, 1 exavator Pc 130, 2 truk NPS, 1 mobil Triton, 1 truk tangki pengangkut air dan 4 motor KLX dinas,” katanya menambahkan.

Sumber : https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/10/08/pga1bd430-ratusan-tni-di-lombok-digeser-ke-palu-dan-donggala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…