Realisasi Kartu Pra-Kerja Jokowi. Harapan ataukah Angan-Angan?

Masalah pengangguran memang menjadi momok bagi kemajuan bangsa ini. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya demi menurunkan angka pengangguran yang terus meningkat. Program peningkatan kualitas sumber daya manusia memang menargetkan penduduk dengan usia produktif agar memiliki pekerjaan yang layak. Calon presiden petahana Joko Widodo dalam program kerjanya menyatakan akan memberikan kartu sakti baru untuk rakyat.

Apa itu Kartu Pra-Kerja?

Kartu ini rencananya akan dibagikan kepada warga yang memasuki usia produktif dan belum memiliki pekerjaan. Namun, tidak semua orang bisa memiliki kartu yang disebut Kartu Pra-Kerja ini. Hanya penduduk yang telah mendapatkan pelatihan keterampilan dari pemerintah dan belum mendapatkan pekerjaan. Wacana ini memungkinkan adanya pemberian tunjangan kepada pencari kerja atau pengangguran. Seperti yang ditilik dari Kompas.com, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, “Jadi, setelah mendapatkan pelatihan, harapannya kan dia dapat pekerjaan. Nah, sambil dia menunggu (dapat pekerjaan) itulah, pemerintah itu akan berikan insentif. Karena negara juga memikirkan nasib masa transisi kan.”

Salah satu program kerja yang diperkenalkan Jokowi pada tanggal 24 Februari 2019 di Sentul dalam acara Konvensi Rakyat penerbitan Kartu Pra-Kerja ini banyak menuai pro dan kontra dikalangan elit politik. Rata-rata berpandangan pesimis bahwa hal ini sulit direalisasikan. Program berpotensi membebani anggaran APBN kerena membutuhkan anggaran yang besar.  Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebutkan program itu hanya omong kosong. “Dari mana dia (Jokowi) mau dapat duit? ASN dia janjikan nggak ada. Honorer nggak angkat, subsidi kita dicabut, BPJS kita bangkrut, sudah lah omong kosong itu,” kata Fahri di Al Jazzeerah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Minggu (3/3/2019).

Sebenernya memang betul masih banyak yang menjadi pekerjaan rumah dan harus diselesai pemerintah terkait masalah keuangan. Gaji puluhan ribu pegawai PT. POS yang berkali-kali telat dibayarkan. Tagihan-tagihan RS ke BPJS juga banyak yang tesendat. Masalah tersebut menunjukkan bahwa saat ini pemerintah sedang kesulitan keuangan. Tak pelak jika program ini menjadi buah bibir di kalangan masyarakat terkait diambil dari bagian mana pembayaran insentif / honor kepada pemegang Kartu Pra-Kerja.

Manfaat Kartu Pra-Kerja

Menanggapi pandangan sinis mengenai Kartu Pra-Kerja, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakii menjelaskan ini bukan menitikberatkan pada gajinya, tapi pemberian pelatihan kerja demi meningkatkan skill atau keterampilan sesuai kebutuhan dunia industri. “Intinya bahwa pendekatan itu menjawab problem riil dari ketenagakerjaan kita karena memang masalah utama kita ini ada pada skill,” kata Hanif di Komplek Istana, Jakarta, dilansir Detik, Rabu (6/3/2019). Hanif menambahkan akan mengkaji lagi Kartu Pra-Kerja karena harus mengukur kemampuan anggarannya. “Yang penting Kartu Pra Kerja itu tepat sasaran menyelesaikan masalah, karena problem kita skill,” jelasnya lagi.

Jika memang Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin ingin membuat Kartu Pra-Kerja, mereka harus segera menjelaskan program ini secara detail. Perihal darimana sumber dana pembayaran insentif tersebut dan berapa besar alokasi yang diterima para pemagang kartu haruslah jelas disampaikan. Oleh karena itu, publik tidak menerima informasi setengah-setengah dan termakan dengan berita opini buruk yang beredar. Lebih baiknya lagi jika program ini menitikberatkan pada pembekalan skill terhadap lulusan SMA/SMK sederajat melalui program kewirausahaan yang didukung pemerintah. Selain itu, memperbesar jaringan magang kerja di pemerintahan atau swasta tanpa harus diimingi-imingi honor akan jauh lebih baik. Namun, jika dikaitkan dengan masalah honor, ketika pemegang kartu sudah dilatih dan dalam masa menunggu masuk dunia kerja, masa itulah kemungkinan insentif akan diberikan. Ditakutkan jika berita simpang siur mengenai program Kartu Pra-Kerja ini semakin menyebar luas maka akan menurunkan tingkat elektabilitas Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…