Ribut-ribut soal Khilafah, apa sih sebenarnya Khilafah itu

Akhir-akhir ini maraknya pembahasan tentang negara khilafah yang di usung oleh Hizbut Tahir Indonesia (HTI), menjadi isu nasional, pasalnya sistem kekhalifahan tersebut bertentangan dengan kepribadian dan dasar negara Bangsa Indonsia yaitu Pancasila. Sistem khilafah adalah sebuah sistem pemerintahan yang wilayah kekuasaanya tidak terbatas pada satu negara, melainkan banyak negara dunia yang berada di bawah satu kepemimpinan dengan hukumnya adalah syariat islam. Dengan kata lain, nama negara Indonesia sudah tidak akan ada lagi didunia. Karena seluruh negara didunia dijadikan satu kekuasaan, dalam satu pemerintahan, dengan satu kepemimpinan. Selain itu, tidak jelas juga siapakah yang akan jadi pemimpin di suatu negara jika negara kekhalifahan dilangsungkan, apakah pendiri Hizbut Tahrir ataukah siapa.

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Dikutip dari nasional.kompas.com, Hizbut Tahrir adalah sebuah organisasi islam yang telah menyebar di seluruh dunia dan salah satu pencetus sistem khalifah di dunia. HTI ini memiliki pengikut yang tidak sedikit, di Indonesia mempunya pengikut kurang lebih 2 juta orang, sedangkan di dunia memiliki puluhan juta pengikut. Serta menurut isunya, HTI juga memiliki dukungan dana dan sokongan politik yang kuat juga. Prinsip HTI adalah mengislamkan seluruh dunia, dengan mengacuhkan akidahnya terlebih dahulu, intinya di islamkan dulu.

Jika dilihat dari sejarah khilafah, HTI dan aktivis prokhilafah terkesan lemah dan tidak jelas dalam membentuk Negara Indonesia berdasarkan Khilafah di periode yang mana, karena sudah ada sistem demokrasi di Indonesia. Sementara, bentuk periode kekhalifahan kedua dengan sistem kerajaan sudah terbukti tidak mampu menyatukan bangsa.

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

Hizbut Tharir Indonesia (HTI) sendiri telah dibubarkan oleh pemerintah Indonesia dengan alas an, pertama HTI tidak melaksanakan peran positif dalam proses capaian pembangunan tujuan nasional. Kedua, HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan azas dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Republik Indonesia tahun 1945, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang nomor 17 tahun 2013 tentang ormas. Dan yang ketiga, aktifitas HTI dinilai pemerintah telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan NKRI.

Pandangan MUI tentang sistem Khilafah

Terkait konsep khilafah yang di usung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ketua MUI Ma’ruf Amin mengatakan, bahwa di era modern saat ini belum ada satu negarapun yang mengusung konsep khilafah. Karena konsep khilafah bukanlah sesuatu yang disepakati oleh seluruh umat islam di 23 negara Islam di seluruh dunia. Alasan kenapa sistem kekhalifahan tersebut begitu menggebu di Indonesia, karena kurangnya pengetahuan masyarakat Indonesia tentang khilafah tersebut. Seperti dikutip dari pinterpolitik.com

MUI juga menjelaskan, walaupun di Indonesia khilafah sebagai lembaga politik, tidak diterima luas, tetapi khilafah yang tersebut dalam Al-Qur’an adalah ajaran islam. Mempertentangkan khilafah dengan Pancasila, sama halnya mempertentangkan negara Islam dengan negara Pancasila yang sesungguhnya sudah lama selesai dengan penegasan negara Pancasila sebagai “darul ahdi was syahadah” (negara kesepakatan dan kesaksian). Upaya pertentangan tersebut itu juga membuka luka lama dan bisa menyinggung perasaan umat islam.

Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan ide pikiran yang tidak relevan dan tidak kondusif. Selain itu, marilah membuka mata untuk membenahi Indonesia bukan dengan mengganti konsep ideologinya, melainkan dengan membangun mental dan pola berfikir rakyat Indonesia, agar tercipta pemilu yang damai dan beradab. #IndonesiaBersatu

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…