Ryamizard Ryacudu Keturunan Kemas Hindi, Sang Sultan Pertama di Bumi Sriwijaya

Sumatera Selatan dikenal dengan sebutan Bumi Sriwijaya. Palembang merupakan ibukota provinsi Sumatera Selatan yang berbatasan dengan daerah Lampung, Jambi dan Bengkulu. Kemas Hindi yang bergelar Pangeran Ratu Kemas Hindi Sri Susuhanan Abdurrahman Candiwalang Khalifatul Mukminin Sayidul Iman atau disingkat Sultan Abdurrahman merupakan Sultan pertama dalam Kesultanan Darussalam Palembang. Kesultanan Darussalam Palembang mulai ada sejak tahun 1659 dimana Kemas Hindi menjabat sebagai Sultan sampai tahun 1706. Menurut cerita sejarah, Kemas Hindi terkenal dengan sikapnya yang tegas menjadikan Palembang menjadi suatu kerajaan yang mandiri. Kemas Hindi menunjukkan bahwa raja Palembang sederajat dengan raja lainnya seperti Raja Mataram. Kemas Hindi menggunakan gelar Sultan Abdurrahman yang juga terkenal dengan Sunan Candi Walang, sehingga makamnya saat ini dikenal dengan nama Candi Walang.

Perjuangan untuk menyamakan derajat Raja Palembang dengan raja lainnya membuat perubahaan yang besar di dalam kesultanan Palembang. Hampir seluruh tata cara dan kebiasaan berubah seperti keris, hingga pakaian adat yang sebelumnya menggunakan pakaian Jawa diubah menjadi pakaian melayu. Aksara Jawa diganti menjadi Aksara melayu (Arab gundul). Hanya bahasa keraton yang masih menggunakan bahasa Jawa, namun untuk rakyatnya sendiri sudah menggunakan bahasa Palembang.

Ryamizard Ryacudu Keturunan Sultan Palembang?

Ryamizard Ryacudu, dilahirkan di Palembang, Sumatera Selatan, pada tanggal 21 April 1950. Beliau adalah adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 2002 hingga 2005 dan saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI pada Kabinet Kerja Jokowi-JK. Ayah Ryamizard adalah seorang tokoh dari masyarakat Abung Lampung. Berdasarkan informasi dari situs Yayasan Liting, ibunda Ryamizard, Hj. Zuharya, merupakan anak dari  Aminah binti Pangeran Nuh yang berasal dari para pemimpin daerah Ogan Ilir. Kakeknya Pangeran Nuh, dikenal pemimpin pelaksanaan penggalian “Terusan Bujang” sepanjang 15 km, bersama Pangeran Liting (mertua Pangeran Nuh).

Pangeran Nuh, sendiri adalah anak dari Depati Dece (Kimas Ali Jidin), sementara mertuanya Pangeran Liting (Abdul Khalik), merupakan keturunan Sunan Sungai Goren. Nama Sunan Sungai Goren diidentifikasi adalah Kimas Tumenggung Yudhapati yang merupakan adik dari Sultan Abdurrahman (Kimas Hindi). Sunan Sungai Goren mendapat kepercayaan untuk mengawasi wilayah Kesultanan Palembang Darussalam, di seberang Ulu, dan berpusat di Sungai Goren.

Tatap Muka Menhan dengan Komponen Masyarakat Lampung
Tatap Muka Menhan dengan Komponen Masyarakat Lampung

Darah Kesultanan Yang Tetap Terjaga

Meskipun merupakan keturunan dari Kesultanan Palembang, Ryamizard tetap menjalin silaturahmi dengan tokoh-tokoh di Lampung yang merupakan asal daerah ayahnya, Ryacudu. Ryamizard juga sering berkunjung ke Palembang dalam pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh disana. Darah kesultanan yang mengalir dalam darahnya menjadikan Ryamizard tetap ikut menjaga kelestarian kebudayaan ditanah Sumatera Selatan dan sekitarnya. Tidak hanya suku Palembang dan Lampung, didalam setiap pertemuannya Ryamizard selalu menekankan bahwa  silaturahmi dan saling tolong menolong antar sesama sangat diperlukan mengingat bangsa Indonesia memiliki banyak keragaman suku dan bahasa.

Dengan demikian, Indonesia harus berbangga terhadap tokoh-tokoh yang tetap mementingkan kepentingan nasional meskipun berasal dari keturunan suku tertentu. Tidak hanya mementingkan kemajuan latar belakang suku sendiri tapi ikut mendukung kelestarian dan kemajuan seluruh kebudayaan yang ada di Indonesia. Bentuk jiwa nasionalisme yang patut dicontoh oleh segenap warga Indonesia, sehingga keutuhan negara semakin kuat.

3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Presiden Jokowi Tanda Tangani Perpres No. 66/2019: Ada Wakil Panglima Dalam Struktur Organisasi TNI

Jakarta (RakyatRukun.com) – Dilansir dari halaman setkab.go.id , Bawah dengan adanya…