Semenjak tahun 1959, tanggal 5 Oktober diperingati sebagai Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal itu merujuk pada hari dibentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945. Tugas dari pasukan keamanan ini adalah untuk menjaga kedaulatan Indonesia dari dalam maupun dari luar. 

Kini, usia TNI sudah mencapai 74 tahun. Usia yang sudah sangat matang untuk menjalankan tugasnya dan memberikan kontribusi bagi negara. Banyak hal yang telah disumbangsihkan TNI untuk urusan negara. TNI terus membangun sarana dan prasarana untuk mendukung pertahanan negara di pulau-pulau strategis. Pulau strategis yang menjadi fokus pembangunan sarana dan prasarana TNI ialah Natuna, Yamdena, dan Selaru di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku, serta Morotai dan Biak di Kabupaten Merauke, Papua.

Berperan Dalam Pembangunan Bangsa

Peran TNI ternyata tidak hanya dalam lingkup kedaulatan di Indonesia namun juga turut serta dalam menegakkan perdamaian di dunia. Hal ini tentunya sejalan dengan tujuan bangsa Indonesia yang diamanatkan dalam UUD 1945 untuk turut melaksanakan ketertiban dunia.

TNI telah banyak terlibat dalam penyaluran bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi Rohingya yang ada di perbatasan Bangladesh dan Myanmar. Para prajurit TNI yang bergabung dalam pasukan perdamaian PBB telah berhasil berbaur dan diterima masyarakat setempat.

Selain itu, TNI terlibat dalam pembangunan infrastruktur. Seperti yang dilakukan Kodim 0619 Purwakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta mewujudkan harapan rakyat berupa pembangunan infrastruktur jalan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Seperti yang diberitakan oleh mediaindonesia.com, dikatakan hal itu bertujuan memecahkan masalah mobilitas sehari-hari masyarakat di Kecamatan Cibatu dan Kecamatan Kiarapedes, yang terhambat karena infrastruktur membuat mereka harus berputar lebih jauh.

Peran TNI dalam memperkuat keamanan sangat terkait dengan pertumbuhan ekonomi. Seperti diakui Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan, semakin kuat hubungan kerja sama dengan TNI dan Polri, keamanan untuk berinvestasi ke depannya akan semakin terwujud. Untuk itu, dirinya yakin hubungan baik antara instansi dan TNI ini akan mampu menjaga keamanan iklim investasi di Babel. Sebab, seluruh investor yang akan berinvestasi tentu ingin daerah tersebut aman. Jika tidak, sudah dipastikan investor tidak akan berinvestasi. 

Didukung Sistem Persenjataan Yang Modern 

Saat perayaan HUT TNI ke-74 yang digelar di Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, TNI memamerkan alat utama sistem persenjataan atau alutsista yang terbaru. Parade Alutsista dan kendaraan tempur milik TNI ini menjadi kebanggaan masyarakat dan bukti kekuatan pertahanan dan ketahanan RI.

Salah satu dari alutsista terbaru dan menjadi pembeda dengan sebelumnya adalah pesawat nirawak (drone) bertipe CH4. Pesawat ini pertama kalinya menunjukkan kemampuannya di hadapan Presiden Jokowi yang menghadiri acara tersebut. Drone ini berfungsi sebagai pesawat pengintai namun tetap dibekali perlengkapan senjata untuk menyerang musuh.

Rencananya alutsista ini akan berjumlah enam unit. Pesawat nirawak itu berjenis Medium Altitude Long Endurance (MALE), yang bisa terbang dengan lama durasi hingga 12 jam dan menjangkau 1.000 kilometer. Kemampuan itu bisa digunakan dengan dukungan satelit atau sistem BLOS (beyond line of sight). Namun, jika hanya menggunakan NLOS (non line of sight) bisa menjangkau dari Surabaya sampai ke tempat latihan di Situbondo.

Parade drone ini hanya menjadi salah satu bagian dari puncak acara HUT TNI ke-74. Serangkaian atraksi udara, mulai dari aksi pendaratan presisi penerjun payung, parade kendaraan tempur, hingga simulasi serangan oleh pesawat tempur TNI AU, menjadi sajian utama.

Namun demikian, disamping dengan kelengkapan alutsista, kualitas prajurit TNI juga harus ditingkatkan. Tidak hanya dari segi ketahanan dan keamanan melainkan dari sis kemampuan akademik. Saat ini, TNI dituntut untuk bisa mengawaki teknologi militer terbaru. Seperti pemanfaatan unmanned system, baik berupa robot maupun artificial intelligent. Selanjutnya, peningkatan kualitas dari segi metodologi cara berpikir dan berkomunikasi diperlukan dalam upaya penyusunan strategi dan diplomasi yang mumpuni. TNI kuat, negara berdaulat. 

Selamat merayakan HUT ke-74 untuk Tentara Nasional Indonesia. Jaya selalu di darat, laut, dan Udara!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…