Saring sebelum sharing

Semakin majunya teknologi, membuat hampir setiap orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi dari media manapun. Namun tak semua berita yang didapat itu jelas kebenarannya atau yang biasa disebut dengan “Hoax”. Sebagai warga Indonesia, kita wajib mengetahui bahwa Pemerintah berusaha mengajak masyarakat Indonesia dan menggalakkan perang terhadap berita palsu atau “Hoax”.

Menurut seorang pakar budaya dari Universitas Indonesia Melani Budiantara, beberapa point pemicu terjadinya pemberitaan hoax karena revolusi media sosial keterbukaan informasi, tingginya konsumsi media sosial, kurang kritis terhadap informasi yang didapat dan  era “Post-Truth” yaitu berita yang diunggulkan bukan kebenaran, tetapi kedekatan emosi dan keyakinan pribadi dengan informasi yang diedarkan.

Dampak Hoax

Dampak daripada berita hoax yang tersebar secara luas dapat sangat merugikan pihak yang bersangkutan, dan membuat image seseorang menjadi jelek dan ketika sudah viral, tidak akan ada yang mau bertanggung jawab. Oleh sebab itu, Pemerintah berusaha mengajak masyarakat Indonesia untuk memerangi konten Hoax.

Saring sebelum sharing
Saring sebelum sharing

Tahun lalu, pemerintah mulai menggunakan teknologi kecerdasan buatan bernama Cyber Drone 9 (Polisi Internet Indonesia) untuk melacak dan melaporkan situs-situs yang diketahui mempublikasikan berita palsu, serta pemerintah terus menyusun undang-undang yang di dalamnya mengatur sanksi bagi pengguna internet yang turut menyebarkan konten negatif.  Selain itu, sebuah lembaga setingkat Menteri dibentuk pemerintah sebagai bentuk penguatan lembaga baru bernama Badan Siber dan Sandi Negara. Hal itu merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk merespon dampak negatif perkembangan teknologi informasi yang banyak melahirkan informasi fiktif alias hoax.

Selain dari pihak pemerintah, dibutuhkan lapisan lainnya untuk mengajak masyarakat lebih ‘”melek” terkait berita hoax, serta dibutuhkannya media yang konsisten untuk memberikan berita yang akurat. Untuk itu ada beberapa tips agar waspada dan bisa memilah informasi benar atau palsu, antara lain sebagai berikut :

  1. Memperhatikan nama situsnya apakah terkesan profokatif atau tidak. Sebaiknya mengkonsumsi dari media berita yang terpercaya dan kredible.
  2. Judul yang biasanya profokatif adalah salah satu ciri berita hoaxs. Contohnya, secara terang-terangan menuding ke salah satu pihak menggunakan Bahasa yang kasar.
  3. Jangan mudah percaya pada satu sumber berita, serta selalu menyelidiki keaslian berita, foto dan video yang sebenarnya bukan terkait kejadian sesuai berita.

Kesimpulannya adalah, kita sebagai warga Negara Indonesia harus lebih cermat dan cerdas dalam mengkonsumsi berita, serta mendukung program pemerintah terhadap pemberantasan konten “Hoax” yang beredar di media sosial dan online. Selain itu, pastikan membaca berita atau informasi sampai akhir dan jangan termakan oleh judulnya saja. Budayakan membaca sebelum share berita #IndonesiaBersatu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…