Satgas Antimafia Bola, Harapan Baru Untuk Persepakbolaan Indonesia

Tim Satgas Antimafia Bola Polri menangkap Joko Driyono (Plt Ketua Umum PSSI).  Joko Driyono akan ditahan selama 20 hari sejak, 25 Maret 2019 hingga 13 April 2019 mendatang. Sebelumnya, Joko sudah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang garis polisi oleh penguasaan umum di kantor Komisi Disiplin PSSI. Joko ditetapkan sebagai tersangka kasus pengaturan skor namun Joko malah menghancurkan barang bukti. Di 22 Februari lalu bahkan Satgas Antimafia Bola menyita 300juta uang di Apartemen Joko yang diduga berkaitan dengan kasus pengaturan skor.

Skandal pengaturan skor seperti menjadi sebuah trend di dunia sepakbola. Bahkan negara lain terkena skandal serupa yang melibatkan dana yang luar biasa besar. Sebut saja skandal pengaturan skor yang memperburuk citra sepakbola Italia, Calciopoli di tahun 2006. Skandal ini melibatkan 4 tim diantaranya Juventus. Skandal ini mengantarkan Juventus menjadi juara Liga Italia di tahun 2006. 4 tim tersebut akhirnya diturunkan ke kasta bawah, Serie B. Skandal ini bahkan melibatkan pemilik klub hingga ke wasit sampai hakim garis. Skandal pengaturan skor bahkan menjadi PR bagi Federasi Sepakbola Dunia (FIFA). Menurut Europol, skandal pengaturan skor di dunia (yang tercatat FIFA) melibatkan dana hingga ratusan milyar euro.

FIFA tidak tinggal diam. Untuk mengurangi terjadinya skandal pengaturan skor, FIFA membentuk FIFA Integrity Initiative di 2012. FIFA Integrity Initiative melibatkan 211 pihak professional di seluruh dunia untuk membentuk tim mata-mata dalam kompetisi sepakbola. Untuk saat ini FIFA baru mengimplementasikan di Eropa. FIFA juga membuat portal BKMS-system yang mampu menerima pelaporan dari masyarakat mengenai skandal pengaturan skor. Setidaknya sejauh ini, yang dilakukan FIFA sangat efektif karena sejak perilisan FIFA Integrity Initiative dan BKMS system, belum ada skandal pengaturan skor besar-besaran yang mencuat di dunia persepakbolaan.

Dengan adanya Satgas Antimafia Bola dari POLRI, langkah Pemerintah benar-benar bagus dalam memberantas skandal pengaturan skor. Namun keterlibatan FIFA dalam membantu PSSI untuk mengatasi masalah ini belum ada. Penangkapan Joko adalah murni hasil penyelidikan tim Satgas Antimafia Bola Polri. Lagipula kepedulian Indonesia kepada sepakbola belum sebaik negara lain dan hal ini bisa menjadi lubang yang mampu dimanfaatkan para mafia bola.

Pada Agustus 2019 nanti, PSSI akan mengadakan konferensi luar biasa dengan FIFA. Diharapkan nantinya, Gusti Randa (PLT Ketua Umum PSSI yang baru) mampu mendorong masalah skandal pengaturan skor di Indonesia kepada FIFA, sehingga FIFA mau turun memberi solusi dalam permasalahan Indonesia. Dengan kerjasama yang kuat antara FIFA dan Satgas Antimafia Bola Polri, diharapkan mampu menjadikan awal yang baik bagi persepakbolaan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…