Seberapa Perlukah Tenaga Kerja Asing di Indonesia

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengaturan Tenaga Kerja Asing (TKA) Perpres tersebut adalah untuk mendukung perekonomian nasional dan perluasan kesempatan kerja melalui peningkatan investasi dan melindungi tenaga kerja Indonesia. Perpres tersebut oleh beberapa pihak justru dianggap sebagai peluang bagi membanjirnya tenaga kerja asing di Indonesia yang mengancam lapangan pekerjaan dalam negeri.

Isu soal “membanjirnya” tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia bukan untuk pertama kalinya terjadi. Namun, masalah tenaga kerja asing ini selalu mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat. Mari kita lihat Perpres tersebut sesuai dengan pertimbangannya, yaitu pertumbuhan ekonomi nasional dan kesempatan kerja melalui peningkatan investasi. Pada dasarnya semakin tinggi perkembangan ekonomi yang dicapai oleh suatu negara, semakin banyak pula peluang kesempatan kerja yang tersedia bagi para pekerja baik Tenaga Kerja Lokal (TKL) maupun TKA. Pendapat ini umumnya disandarkan pada Hukum Say yang menyatakan bahwa penawaran akan selalu menciptakan permintaan (supply create it’s own demand).

Tenaga Kerja Asing Perbaiki Iklim Investasi

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menegaskan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) adalah untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Airlangga menyampaikan, seiring dengan beberapa proyek investasi industri yang sedang berjalan di dalam negeri, semestinya dapat dikelola dan dioperasikan oleh para tenaga kerja lokal. Untuk itu Kemenperin menggelar berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi guna menciptakan SDM yang kompeten dan profesional sesuai kebutuhan industri dalam mendukung kemandirian ekonomi Nasional.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan tujuan penerbitan Perpres tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) adalah untuk menyeimbangkan kebutuhan investasi asing dan pembukaan kesempatan untuk tenaga kerja dalam negeri.

Industri Dalam Negeri Masih Butuh Tenaga Kerja Asing

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah menyatakan industri dalam negeri masih membutuhkan Tenaga Kerja Asing  (TKA), khususnya di bidang pemasaran. Terutama untuk industri garmen yang selama ini orientasinya ekspor, mereka membutuhkan TKA dari negara tujuan ekspornya. Upaya tersebut dilakukan untuk mengetahui karakteristik konsumen di pasar yang dituju, termasuk apa yang dibutuhkan oleh konsumen.

Di sisi lain, Ketua Apindo juga mengapresiasi langkah Pemerintah yang menggalakkan program vokasi. Menurut dia, program tersebut dapat mencetak SDM yang unggul dan produktif. Kalau program vokasi ini bisa berjalan baik, ditambah dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, saya yakin makin banyak investor yang masuk ke Indonesia. Dengan begitu, pengusaha dapat meminimalisasi jumlah TKA (Tenaga Kerja Asing).

Sumber : (bbc.com, bisnis.tempo.co)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…