Segera Cair! PNS Terima THR dan Gaji Ke-13, Bagaimana Pegawai lainnya

Tunjangan hari raya (THR) dan Gaji ke-13 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan segera cair dalam waktu dekat. Untuk kedua bonus bagi PNS ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku telah menyiapkan masing-masing 20 triliun rupiah. Presiden RI telah menandatangani peraturan pemerintah (PP) mengenai THR bagi PNS tahun 2019. Aturan ini tersebut juga berlaku bagi TNI, Kepolisian, dan para pensiunannya. Dikabarkan THR untuk PNS akan dicairkan pada 24 Mei mendatang sedangkan gaji ke-13 PNS akan dicairkan pertengahan tahun di bulan Juli 2019.

Melansir Viva.co.id, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Marwanto Harjowiryono mengatakan, pembayaran tersebut nantinya tidak dilakukan secara bersamaan. Sebab, gaji ke-13 akan dibayarkan pada saat ajaran baru di mulai, yakni Juli 2019. Alasan THR dicairkan pada bulan Mei 2019, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, berharap pencairan THR pada 24 Mei mampu mendongkrak konsumsi masyarakat menjelang hari Lebaran. Konsumsi yang meningkat mampu berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi ke depan, demikian juga halnya dengan pencairan gaji ke-13 di pertengahan tahun.

Besaran THR yang akan diterima oleh PNS terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum (jika ada), dan tunjangan kinerja (jika ada penerapannya) yang diterima PNS per bulannya. Demikian juga dengan jumlah gaji ke-13. Kabar gembira ini juga akan diterima oleh pensiunan PNS, dimana yang akan diterima meliputi pensiunan pokok, tunjangan keluarga, dan/atau tunjangan tambahan penghasilan (jika ada). Jika PNS akan menerima THR dan Gaji ke-13, bagaimana dengan pegawai lainnya seperti honorer dan swasta?

Tidak PNS Saja, Honorer Juga Terima THR

Jika THR PNS akan cair pada 24 Mei, bagaimana dengan tenaga honorer non PNS? Menurut PP Nomor 19 Tahun 2018 pasal 8 tentang tunjangan hari raya, pegawai honorer non PNS tetap mendapatkan THR. Honorer non PNS masuk ke dalam kategori pegawai lainnya yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian/pejabat yang memiliki kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Menteri Keuangan, Sri Mulyani sudah menegaskan bahwa honorer juga akan menerima THR.

Dilansir Detik Finance pada Mei 2018 lalu, menurut Kementerian PAN-RB, pemberian gaji ke-13 bagi para pegawai honorer dan tenaga ahli di masing-masing instansi bersifat opsional atau sesuai kebijakan pimpinannya. Maksudnya opsional di sini adalah pemberian THR dan gaji ke-13 untuk honorer tergantung dari keputusan pimpinan di instansinya masing-masing.

Pegawai Swasta Tidak Terima Gaji Ke-13

Jika PNS akan terima THR dan gaji ke-13, dan honorer non PNS terima THR namun gaji ke-13 bersifat opsional, maka berbeda dengan pegawai swasta. Tunjangan Hari Raya tidak hanya diterima PNS, pegawai swasta juga mendapat ‘bonus’ tiap jelang hari raya ini. Namun, pegawai swasta tidak menerima gaji ke-13 seperti PNS dan TNI/Polri.

Ketentuan pegawai swasta untuk mendapatkan THR diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Dilansir Detik.com (8/5), pegawai swasta akan menerima THR pada H-7 lebaran mendatang. Mengenai besaran THR yang diterima oleh pegawai swasta, berbeda dengan yang diterima oleh PNS. Sesuai dengan peraturannya, besaran THR diatur dalam Pasal 3 ayat 1. Dalam poin (a) disebutkan, pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 bulan upah. Dalam peraturan tersebut juga mewajibkan para pengusaha membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pegawai atau buruh paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Keagamaan sesuai Pasal 5 ayat 4. Jika tidak, maka akan mendapat sanksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…