Sejuknya Kedamaian dari Timur Indonesia. Hamparan pantai yang cantik tebing kokoh dan indah, birunya air laut dan langit biru yang menyatu. Benar benar gambaran surga yang tersembunyi di timur Indonesia. Selamat datang dikepulauan Kei. Kepulauan Kei merupakan salah satu kepulauan yang terletak di Maluku Tenggara ini merupakan salah satu dari kekayaan alam yang indah yang terdapat di Indonesia. Tak hanya kecantikan alamnya masyarakat Kei juga hidup berdampingan secara serasi dengan toleransi yang tinggi.

Sejuknya Kedamaian dari Timur Indonesia

Ohoidertawun merupakan salah satu contohnya. Desa yang terletak dibagian utara pulau Kei Kecil ini bisa sebagai teladan positif bagaimana menjaga dan menciptakan kerukunan antar umat beragama. Ohoidertawun dihuni oleh mayoritas Muslim dan Kristen, tidak hanya rumah ibadah yang berdekatan, dalam kehidupan sehari hari pun mereka hidup berdampingan. Sebagai contoh dalam renovasi gereja diwilayah Ohoidertawun umat Kristen terbantukan dengan kehadiran umat Muslim tanpa diundang saling membantu dalam kegiatan renovasi gereja.

Gereja Elim di Pulau Kei Indonesia

 

Kerukunan agama yang terjalin di Ohoidertawun sudah berjalan ketika leluhur mereka sudah mengenal agama. Yang menjadi kunci kerukunan adalah adanya adat yang dipenggang teguh hingga saat ini. Agama dijalankan sesuai dengan ajaran masing-masing, adat pun tetap terjaga dan diterapkan kepada agama-agama yang terdapat di wilayah Ohoidertawun. Karena itu kerukunan dan kedamaian tetap ada di Ohoidertawun hingga saat ini.

 

Kerukunan umat Beragama

Pada saat terjadi konflik antar umat beragama pada 1998, desa Ohoidertawun merupakan satu-satunya desa yang masih aman terhindar dari konflik dan kerusuhan. Pemerintah pun mengakui Ohoidertawun sebagai percontohan bagi desa lain karena keberhasilan dalam membangan kerukunan masyarakat desa. Dengan tujuan membangun citra iman setiap masyarakat. Visi misi pertama adalah penguatan pada iman. Yang akan tercapainya hidup rukun dan damai, kebersamaan dan toleransi.

Inilah Indonesia

Rasa toleransi yang tinggi dan kesadaran untuk saling menghormati ditanamkan sejak dini oleh masyarakat Ohoidertawun. Kebersamaan ini terlihat dari kerjasama muda mudi desa baik yang Muslim maupun Kristen. Mereka saling bersama-sama membangun desanya. Selama tidak melanggar aturan agama berpartisipasi membantu umat agama lain justru menjadi cerminan toleransi dan semangat saling mengasihi. Seperti yang termaknum pada surat Al-Baqarah 148 “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…