Diberitakan dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat sejak 1 September 2019 lalu, pada hari Rabu (11/9) kemarin, Presiden Ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 18.05 WIB di usia 83 tahun. Sempat disampaikan oleh putranya Thareq Habibie dalam konferensi pers Rabu kemarin, kondisi BJ Habibie sudah mulai stabil dan perlu beristirahat cukup. Namun Sang Khalik berkata lain, BJ Habibie meninggal dunia meninggalkan kesedihan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bagaimana tidak, BJ Habibie yang dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia yang merupakan ilmuwan kelas dunia. Sebagai sosok yang inspiratif, suami dari Hasri Ainun Besari ini merupakan salah satu putra terbaik bangsa. Lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 silam ini menjadi sosok teladan bagi Indonesia dan diakui oleh Presiden Joko Widodo.

Melansir dari Kompas.com, BJ Habibie meninggal dunia akibat gagal jantung. Menurut keterangan anaknya, Tareq Kemal Habibie, kondisi jantung BJ Habibie memang semakin melemah seiring bertambahnya usia.

“Setelah menua, jantungnya sangat lemah. Dengan aktivitas yang tinggi, tidak dikasih waktu istirahat, badannya memberontak,” ujar putra kedua BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie.

Belum Sempat Dilihat BJ Habibie

Melansir Detik.com, tepatnya tahun 2017, masyarakat Indonesia mulai berdonasi dalam bantu mewujudkan pesawat buatan bangsa, yakni pesawat jenis turbo prop R80, impian Presiden RI ke-3 BJ Habibie. Namun, hingga saat ini proyek pesawat R80 masih menunggu pendanaan dari investor.

Pesawat R80 merupakan rancangan BJ Habibie untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah yang mampu mengangkut 80-90 penumpang dengan dimensi panjang 32,3 meter dengan lebar sayap 30,5 meter dan tinggi 8,5 meter. Pesawat ini juga dapat melesat dengan kecepatan maksimal 330 knots atau sekitar 611 Km per jam. Pesawat buatan PT Regio Aviasi Industri (RAI) ini berdasarkan baseline master plan R80, prototype R80 akan diuji-terbangkan pada tahun 2022. Pesawat R80 murni buatan Indonesia yang diarsiteki BJ Habibie, disponsori oleh RAI, dan dikerjakan oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan rencana kan diproduksi selama massal tahun 2025 mendatang.

Pesawat R80 Impian BJ Habibie

Tidak hanya itu, industri perfilman Indonesia juga berencana untuk melaunching fim nasional tentang lanjutan kisah Habibie & Ainun dalam seri ketiga setelah seri pertama dan kedua berhasil menarik perhatian rakyat Indonesia. Film Habibie & Ainun 3 yang diperankan oleh artis Indonesia Maudy Ayunda menyatakan kesedihannya dalam akun Instagramnya karena sang tokoh utama bahkan tidak sempat melihat aksi perannya dalam film yang diperankannya tersebut.

Postingan Maudy Ayunda Untuk BJ Habibie

The True Life of Habibie

Presiden BJ Habibie semasa hidupnya juga dijuluki Mr.Crack oleh rekan koleganya. Melansir Tempo.co, Dalam buku berjudul The True Life of Habibie karya Andi Makmur Makka, dituliskan bahwa Habibie memperoleh julukan Mr. Crack lantaran beliau termasuk orang pertama di dunia yang bisa memperlihatkan cara mengitung crack propagation on random hingga ke atom-atomnya.

Mengutip Antara, temuan Habibie itu bermula dari tantangan Departemen Pertahanan Jerman kepada para ahli untuk mencari penyebab jatuhnya pesawat Fokker 28 dan pesawat tempur Jerman Starfighter F-104 G. Tantangan itu dijawab oleh Habibie yang kala itu bekerja di perusahaan Hamburger Flugzeugbau (HFB).

Dari sana, lahirlah Teori Habibie, Faktor Habibie, hingga Prediksi Habibie, yang kemudian masuk ke dalam buku pegangan soal prinsip-prinsip ilmu desain pesawat terbang standar NATO. Buku NATO itu berjudul Advisory Group for Aerospace Research and Development.

Dimakamkan di TMP Kalibata

Proses pemakaman sang inspirator sedang berlangsung siang ini di Taman Makan Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Rencana almarhum BJ Habibie akan dimakamkan bersebalahan dengan istrinya Ibu Ainun yang telah mendahuluinya pada tahun 2010 silam. Upacara militer pemakaman beliau akan dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan dihadiri oleh seluruh pejabat negara dan seluruh rakyat Indonesia. Sebagai tanda dukacita yang mendalam, pemerintah RI memerintahkan seluruh instansi pemerintah dan swasta untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari untuk mengenang jasa BJ Habibie sebagai pahlawan teknologi bagi Indonesia. Selamat jalan Mr. Crack, Selamat jalan ilmuwan bangsa, Selamat Jalan Bapak BJ Habibie. Semoga arwahmu tenang dan ditempatkan di surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…