Serangan Udara Israel Upaya Lawan Balik Hamas

Setelah dihujani Ketegangan yang kembali terjadi di wilayah Gaza, menewaskan total 27 warga Palestina dan empat warga sipil Israel. Pertempuran di wilayah perbatasan Israel – Gaza, Palestina meletup pada Minggu 5 Mei 2019. Dilansir Tempo.co (5/5), Israel melakukan serangan udara ke Gaza setelah mendapat laporan bahwa ada 2 tentara Israel terluka oleh tembakan di zona penyanggah Gaza-Israel pada hari Jumat, 3 Mei lalu. Akibat dari serangan udara Israel tersebut, sedikitnya dua warga Palestina terbunuh ketika pesawat tempur Israel menembaki posisi Hamas di kawasan blokade Jalur Gaza.

Dikutip dari Reuters.com (6/5), sebagai serangan balasan, kelompok teroris Jihad Islam Hamas mengirimkan rentetan 700 hujan roket ke Israel. Ada kemarahan dan kegelisahan di pihak Israel di perbatasan Gaza pada hari Senin setelah dua hari ledakan roket dan sirene serangan udara yang berakhir dengan gencatan senjata. Israel menuduh Hamas yang berkuasa di Gaza berusaha menekannya untuk melonggarkan pembatasan lama pada pergerakan orang dan barang keluar dari Gaza. 

Militer Israel pun melancarkan serangkaian serangan udara sebagai respons atas serangan-serangan roket dari Jalur Gaza yang dikuasai kelompok Hamas tersebut. Secara keseluruhan, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (6/5/2019), Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan bahwa 19 warga Palestina tewas akibat serangan-serangan Israel di Jalur Gaza pada Minggu (5/5) waktu setempat. Di pihak Israel, empat orang tewas akibat serangan roket dari Gaza.

Kelompok Islam Hamas menguasai Gaza pada 2007, dua tahun setelah Israel menarik pasukan dan pemukimnya dari daerah kantong kecil Palestina. Sejak itu, kedua belah pihak telah mengobarkan tiga perang dan terlibat dalam rentetan serangan berulang.

Iron Dome Sebagai Tameng Israel

Iron Dome
Iron Dome

Sistem pertahanan rudal Iron Dome menjadi tameng andalan Israel ketika sekitar 700 roket ditembakkan kelompok militan Jalur Gaza. Dikutip dari Sindonews.com (6/5), Iron Dome adalah sistem pertahanan udara mobile untuk segala cuaca yang dikembangkan oleh Israel untuk mencegat dan menghancurkan roket jarak pendek dan peluru artileri yang ditembakkan dari jarak pendek.

Sistem anti-rudal itu memiliki kemampuan untuk mendeteksi roket musuh sejauh 4 hingga 70 km dan melakukan intersepsi untuk menghancurkan roket tersebut di udara. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) belum merinci berapa dari 700 roket militan Gaza yang berhasil dicegat dan berapa yang menghantam daratan Israel.

Donald Trump : Akhiri Aksi Teroris Terhadap Israel

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald J. Trump mencuitkan dalam akun twitternya agar Gaza mengakhiri serangan aksi terorisnya terhadap Israel.

Cuitan Donald Trump Agar Gaza Mengakhiri Serangan
Cuitan Donald Trump Agar Gaza Mengakhiri Serangan

“Bagi orang-orang Gaza – aksi-aksi teroris terhadap Israel ini hanya akan membuat Anda lebih menderita. Akhiri kekerasan dan bekerjalah menuju perdamaian – itu bisa terjadi!”, cuit Donald Trump.

Presiden AS ini juga menyatakan dukungannya 100 persen kepada Israel untuk membela warganya dari serangan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok teroris Hamas dan Jihad Islam.

Gaza Meratapi Maut Memulai Ramadhan

Gaza meratapi maut memulai Ramadhan, di tengah pemakaman dan puing-puing. Setelah dua hari tanpa tidur dan malam penembakan Israel dan tembakan roket Palestina, warga Gaza pada hari Senin menghadapi hari pertama Ramadhan dibayangi oleh pemakaman dan tugas suram menarik tubuh dari bangunan yang runtuh.

Ketika fajar membawa gencatan senjata dengan durasi yang tidak pasti, beberapa warga Palestina di daerah pesisir pantai Gaza, berfokus pada pesta matahari terbenam yang secara tradisional merupakan puncak hari selama bulan suci Muslim. Kerabat dari 21 warga Palestina yang tewas pada hari Minggu termasuk 12 warga sipil datang untuk mengumpulkan mayat di rumah sakit terbesar di Kota Gaza untuk dimakamkan dan berdoa.

Sumayya Usruf, yang sepupu, suami, dan anaknya yang berumur empat bulan tewas di sebuah apartemen di Jalur Gaza utara, mengatakan kepada Reuters.com : “Ini adalah Ramadhan yang sangat sulit. Kami tidak akan merasa bergembira.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…