Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar “bekerja dari rumah”? Tentu suatu hal yang mengasyikkan bukan? Anda bisa menghemat ongkos transport dari rumah ke kantor dan sebaliknya, punya waktu kerja fleksibel, dan berbagai alasan lainnya.

Bagi generasi milenial, bekerja remote adalah salah satu pekerjaan yang dinilai ideal lantaran dapat mengerjakannya di mana pun dan kapan pun mereka inginkan tanpa di batasi oleh jam kerja. Pertimbangannya jika Anda bekerja di kota besar seperti Jakarta, salah satunya adalah mampu menghindari macet yang terkadang membuat frustasi. Selain itu, dengan bekerja remote, Anda pun bebas menentukan jam kerja serta tempat kerja.

Selagi mengerjakan kerjaan, Anda pun dapat sambil bersantai memakai baju tidur, dan sebagainya. Hal demikian dikarenakan sistem remote working tidak mewajibkan karyawannya untuk datang ke kantor. Selain itu, sistem kerja remote, saat ini tak hanya dijalankan oleh para freelancer, namun beberapa perusahan pun telah melakukan sistem kerja remote untuk hari-hari tertentu. Wacananya, sistem bekerja dari rumah ini juga akan diadaptasi oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS). Lalu, bagaimana ketentuan sistem kerja ini dapat dilakukan oleh kalangan PNS?

PNS Bakal Diperbolehkan Kerja dari Rumah

Dilansir dari kumparan.com, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) tengah mendesain sistem kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian/Lembaga‎ agar bisa seperti startup atau perusahaan rintisan. Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur KemenPAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja, menyampaikan bahwa ke depan PNS akan memiliki fleksibilitas kerja. Hal tersebut merupakan salah satu indikator birokrasi yang ditetapkan pihaknya.

“Nanti akan bisa kerja dari rumah, tinggal ngatur aturannya kayak gimana,” katanya dalam Forum Merdeka Barat di Auditorium KemenPAN-RB, Jakarta, Kamis (8/8).

Dia pun menjelaskan, berdasarkan data Global Talent Competitiveness Index di tahun 2018, Indonesia berada pada peringkat 77 dari 119 negara. Skor terkecil yang didapat yakni pada poin global knowledge skills, terutama penguasaan IT.

Oleh karenanya sejak 2014, rekrutmen CPNS dilakukan dengan sistem IT. Selain untuk efisiensi, rekrutmen dengan cara baru itu bertujuan agar Calon PNS yang direkrut memahami IT. Diharapkan hal tersebut diterapkan dalam pekerjaan.

“Sejak 2014-2018, jumlah rekrutmen CPNS mencapai 317.979 orang. Sejak pendaftaran mereka harus menggunakan sistem computerize. Diharapkan di 2024, PNS kita memiliki basis IT yang cukup kuat karena jumlahnya akan 50 persen dari total PNS, dengan asumsi per tahun rekrutmen 200 ribu formasi,” papar Setiawan.

Ketika memiliki pemahaman mengenai pemanfaatan IT, pihaknya pun yakin akan terjadi percepatan, efisiensi, dan akurasi pelayanan, serta berdampak sosial. Oleh karenanya untuk PNS posisi tertentu akan diberikan fleksibilitas kerja.

“Kami yakin mereka (PNS yang menguasai IT) adalah tulang punggung kita ke depan. Fleksibilitas kerja ini masuk dalam indikator birokrasi,” tegasnya.

Apakah sistem kerja seperti ini memiliki keuntungan dan bagaiamana pula dengan kerugiannya? Jika demikian, artinya saat bekerja nanti, PNS sebagai pelayanan masyarakat tidak akan bertemu masyarakat.

Kelebihan dan Kekurangan Bekerja Dari Rumah (Remote Working)

Sistem kerja remote, saat ini tak hanya dijalankan oleh para freelancer, namun beberapa perusahan pun telah melakukan sistem kerja remote untuk hari-hari tertentu. Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan kerja remote ini? Ada beberapa kelebihan dari kerja remote ini jika diterapkan oleh PNS, di antaranya:

1. Jam kerja tidak dibatasi

Salah satu hal menarik dengan bekerja secara remote adalah jam kerja yang tidak dibatasi. Anda bebas bekerja kapan pun dan di mana pun selama beberapa aturan tetap Anda penuhi. Bagi Anda yang sulit bangun pagi, tentunya alasan ini menjadi concern utama. Dengan bekerja secara remote, Anda tak perlu terpaku pada jam kerja layaknya pekerja kantoran.

Anda pun tak perlu lagi tergesa-gesa bangun dan berangkat kerja karena alasan takut telat masuk kerja. Cukup duduk di depan laptop, dan menyelesaikan pekerjaan yang Anda tepat waktu dan sesuai target yang telah ditentukan perusahaan. Dengan demikian Anda pun bisa memiliki waktu yang lebih banyak dengan keluarga berinteraksi dengan keluarga dan memiliki quality time dengan mereka. Pekerjaan remote ini cocok untuk Anda yang berprofesi sebagai wanita karier yang sudah memiliki anak. Bekerja di rumah membuat kamu bisa mengatur waktumu sendiri sesuai keinginan.

2. Meminimalisir stres

Jika Anda adalah golongan karyawan yang mudah stres, cobalah untuk bekerja secara remote. Stres yang sering dialami oleh karyawan di antaranya adalah stres selama berangkat kerja karena kondisi jalanan yang macet. Hal tersebut dapat memengaruhi semangat Anda selama berangkat bekerja dan membuat lebih cepat lelah. Bandingkan dengan bekerja secara remote, Anda bisa bekerja lebih fokus dan nyaman dalam bekerja karena tak perlu mengkhawatirkan masalah-masalah yang sering dialami oleh karyawan kantoran.

3. Meminimalisir pengeluaran tak terduga

Saat Anda bekerja di kantor, pengeluaran Anda pun menjadi lebih banyak. Mulai dari kebutuhan transportasi, kebutuhan konsumsi, hingga kebutuhan tak terduga lainnya, seperti ban bocor, motor atau mobil yang rusak, dan lainnya. Dengan bekerja di rumah, Anda bisa memasak makanan Anda sendiri. Kelebihan ini cukup penting bagi Anda yang akan mulai menyisihkan pendapatan untuk keperluan lain. Hal lain yang perlu Anda perhatikan juga adalah hindari pengeluaran yang justru membuat arus pemasukan Anda menjadi tidak balance, seperti bekerja di kafe yang justru membuat pengeluaran membengkak.

4. Memaksimalkan produktivitas dan mengurangi kejenuhan

Kelebihan selanjutnya yang bisa Anda dapat dengan bekerja secara remote adalah bisa memaksimalkan produktivitas serta mengurangi kejenuhan yang sering dialami oleh karyawan kantoran. Terkadang saat kita mengerjakan sebuah project, sering kali terganggu dengan rekan kerja yang merusak konsentrasi. Salah satu contohnya, suara musik yang berlebihan, obrolan rekan kerja yang terlalu keras, rekan kerja yang hanya bergosip sepanjang hari, dan halangan-halangan lainnya yang harus Anda hadapi bila bekerja di kantor.

Berbeda saat Anda bekerja secara remote, Anda bisa bekerja di depan laptop di mana saja sesuai dengan tingkat kenyamana Anda. Namun, Anda pun berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaan. Bekerja dari rumah dapat membuatmu dapat menyelesaikan pekerjaan dengan efektif dan efisien. Pasalnya, kamu tidak perlu membuang banyak waktu dan energi untuk hal-hal yang tidak penting yang perlu dihadapi oleh pekerja kantoran.

Selain kelebihan, pada kenyataannya bekerja secara remote juga memiliki beberapa kekurangan. Apa saja? Inilah kekurangan kerja remote:

1.Minim sosialisasi dengan sesama rekan kerja

Kekurangan pertama yang sudah pasti dirasakan oleh mereka yang bekerja secara remote adalah minimnya sosialisasi dengan rekan kerja. Pertemuan dengan rekan kerja dan atasan yang memberikan pekerjaan remote menjadi lebih jarang. Tak heran komunikasi yang dijalin pun hanya sebatas mengenai pekerjaan saja. Hal tersebut dapat membuat Anda menjadi tidak mengenal rekan kerja dengan baik secara personal.

Maka dari itu, penting untuk tetap melakukan kelas atau training agar tetap berkomunikasi dengan rekan kerja. Tidak ada salahnya juga melakukan rapat langsung dengan mereka. Hal ini tak hanya baik untuk kesehatan mental namun juga menunjukkan bahwa Anda masih anggota penting bagi tim.

2.Peluang miskomunikasi menjadi lebih besar

Kurangnya interaksi dengan lingkungan kerja membuat peluang miskomunikasi menjadi lebih besar. Beberapa kasus membuktikan adanya komunikasi yang disampaikan secara langsung dapat lebih efektif dibandingkan komunikasi yang dijalankan hanya melalui perantara teknologi.

3.Menjadi Kurang Kompetitif

Meski lingkungan kerja bisa saja menyebalkan, di sisi lain bisa juga hal tersebut menjadi cambuk bagi diri kita untuk terus menjadi lebih baik. Misalnya, kamu bisa meniru sifat baik dan semangat kerja rekan kerjamu atau hal lainnya. Dengan bekerja dari jarak jauh dan sendirian, hal-hal tersebut tidak bisa kamu dapatkan. Maka dari itu, penting untuk tetap mengadakan pertemuan-pertemuan dengan rekan kerjamu ya.

4.Banyak godaan karena minim pengawasan

Salah satu godaan terbesar saat bekerja secara remote adalah minimnya pengawasan. Salah satu contohnya adalah Anda menjadi lebih mudah untuk mengakses hiburan di saat jam kerja Anda. Hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas Anda ke depannya. Terlebih jika kesadaran akan displin dalam mengatur waktu Anda sangat rendah. Bukan tak mungkin pekerjaan remote Anda menjadi berantakan dan tak sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya.

Setujukah Jika PNS Bekerja Dari Rumah?

Oleh kerena itu, wacana PNS boleh kerja dari rumah dinilai tidak tepat. Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menyatakan ketidaksetujuannya terhadap wacana PNS boleh kerja dari rumah. Kata Agus, produktivitas PNS makin dipertanyakan kalau kerja di rumah. PNS sudah dikenal tidak produktif dalam melayani masyarakat di kantor. Apalagi jika bekerja dari rumah.

Lalu, mengenai niat pemerintah mencontoh budaya dan cara kerja perusahaan rintisan alias start up, Agus menilai itu tidak cocok. Budaya sebuah intansi pemerintah dengan perusahaan rintisan jauh berbeda. Model PNS tidak cocok untuk kerja di rumah, karena budaya di pemerintahan berbeda dengan perusahaan start up yang berorientasi keuntungan. Lagi pula perusahan yang menerapakan remote working sebagian besar merupakan perusahaan IT yang tidak begitu perlu bertemu masyarakat.

Sistem berkerja dari rumah ini kemungkinan akan baik diterapkan bagi PNS yang berkerja di bidang IT. PNS yang memegang peranan dalam urusan IT tidak perlu selalu bertatapan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, remote working bagi para PNS IT dapat meningkatkan produtivitas dan memperoleh manfaat lain yang telah disebutkan. Memang peraturan resmi dari pemerintah terkait remote working ini belum ada penetapan dan baru wacana. Jadi, kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutan dan ketentuan-ketentuan yang berlaku bagi PNS yang bisa “bekerja dari rumah”. Apakah Anda setuju jika PNS diperbolehkan untuk bekerja dari rumah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…