Isu kerusuhan di Manokwari hari Senin (19/8) kemarin yang menyebabkan terbakarnya gedung DPRD Manokwari, Papua Barat. Penyebab aksi demonstrasi warga Manokwari yang berujung kerusuhan ini akibat dari kata-kata yang kurang pantas dan nyaman terhadap mahasiswa Papua yang sedang melanjutkan pendidikan di Surabaya. Tidak terima atas perlakuan kepada mahasiswa Papua tersebut, warga di Manokwari melakukan aksi demonstrasi dan berlanjut dengan aksi long march oleh ribuan warga di Sorong, Papua.

Melansir video resmi dari BBC News Indonesia yang mewawancarai salah satu pemuda Manokwari, Isai Woniana yang merupakan mahasiswa STIH Manokwari, ada dua tuntutan yang mewakili suara hati warga Papua Barat sehingga meredanya aksi demonstrasi. Isai menegaskan bahwa dua tuntutan tersebut adalah mereka melakukan aksi demonstrasi ini karena tidak terima dengan perlakuan kepada teman-teman mereka yang ada di Jawa; yang kedua mereka menuntut agar mahasiswa Papua yang ada di Surabaya harus dikeluarkan dari tahanan.

Sebelumnya dikabarkan bahwa penangkapan mahasiswa Papua di Surabaya pada hari Sabtu (17/8) atas tuduhan perusakan bendera Merah Putih. Di Malang, puluhan mahasiswa asal Papua terluka akibat bentrok dengan warga saat melakukan unjuk rasa di Malang. Wakil Walikota Malang mengecam akan memulangkan mahasiswa Papua ke daerah asalnya. Pernyataan Wakil Walikota Malang ini direspon oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani dengan mengutuk keras pernyataan Wakil Walikota Malang tersebut.

Baca Juga : Kerusuhan di Manokwari Hari Ini, Apa Penyebabnya?

Keterikatan Emosi Yang Kuat Dengan Budaya dan Tanah Asalnya

Sebagai daerah paling timur di Indonesia, Papua merupakan daerah yang memiliki lingkungan yang boleh dikatakan cukup ekstrem. Melansir Kompasiana.com, lingkungan ekstream berhubungan dengan daerah mereka yang masih berupa hutan lebat yang kebanyakan belum dikelola secara baik. Namun demikian Papua Barat memiliki panorama alam yang indah dan hasil tambang serta hutan yang begitu melimpah. Dari sisi kehidupan sosial, masyarakat papua sangat menjunjung tinggi budaya (adat). Hal ini terbukti dari berbagai macam ritual adat yang dilakukan mulai dari tarian, nyanyian dan ritual lainnya bahkan masyarakat Papua rela mati demi menjaga kehormatan budaya.

Suku Papua mempunyai watak yang keras, tidak mau diperintah apa lagi diperintah suku pendatang yang bermigrasi ke Papua, berani, blak–blakan akan tetapi sangat menghargai satu sama lain, sangat menjunjung adat atau budaya yang ada dan loyal terhadap sesama masyarakat papua. Salah satu kelemahan dari suku Papua adalah mereka sulit untuk menerima arus globalisasi atau revolusi duni hal ini karena kuatnya budaya atau adat yang sangat melekat pada suku Papua.

Kerukunan antar masyarakat papua sangat tinggi saling hormat satu sama lain menjadikan loyalitasnya yang tinggi terhadap sesama suku. Karakter inilah yang menyebabkan masyarakat Papua tidak tinggal diam ketika mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang diperlakukan dengan tidak nyaman. Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta masyarakat tetap tenang terkait perkembangan rusuh di Manokwari, Papua Barat. Kapolri mengimbau masyarakat agar saling menghormati dan memperlakukan orang lain dengan baik. Kapolri menghimbau agar warga di luar Papua seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, perlakukan saudara-saudara di Papua sebagai bagian dari anak bangsa.

Masyarakat Indonesia yang tinggal diluar Papua baiknya belajar memperkaya karakteristik budaya yang ada di seluruh Indonesia. Bukan malah menjauhinya, tapi hal ini merupakan tanggung jawab warga negara Indonesia untuk menghargai keberagaman adat dan budaya yang ada di Indonesia. Suara masyarakat Papua ini mungkin mewakili suara suku bangsa lainnya jika diperlakukan dengan tidak nyaman di tanah perantauan. Sebaliknya kita harus saling merangkul, agar tidak timbul perpecahan yang dapat dimanfaatkan pihak lain yang tidak ingin Indonesia bersatu. Jangan terpancing dengan isu baik di Papua dan di luar Papua. Sesama anak bangsa jangan mau diadu domba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…