Jakarta (RakyatRukun.com) – Kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari pengaruh dan kerja keras para pemuda. Memang para pemuda memiliki peranan besar sebagai motor penggerak kebebasan bangsa atas penjajah. Berkat desakan pemuda yang “menculik” Soekarno dan Mohammad Hatta ke Rengasdengklok, Jawa Barat, Indonesia kemudian memproklamasikan kemerdekaannya.

Meski begitu, peran pemuda dalam mengupayakan kemerdekaan jauh telah dilakukan sebelum 1945. Tujuh tahun setelah berdirinya Budi Oetomo pada 1908, para pemuda mulai bangkit meskipun masih dalam suasana kesukuan. Bangkitnya pemuda didasari seorang bernama Satiman yang memiliki semangat berkobar yang menjadi penggerak bagi pergerakan pemuda. Tri Koro Darmo menjadi wadah awal dari perhimpunan pemuda. Kelak, para pemuda menyatukan tekadnya demi Indonesia dalam sebuah momentum yang dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Sumpah Pemuda merupakan hasil rumusan dari Kongres Pemuda II. Terdapat tiga butir ikrar dalam Sumpah Pemuda.

“Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”

Makna Sumpah Pemuda

Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, yaitu pada 1959, tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959. Sumpah Pemuda dimaknai sebagai momentum bersatunya para pemuda, yang kemudian bergerak bersama dan berjuang menuju Indonesia merdeka.

Pada alinea pertama dalam isi Sumpah Pemuda terkandung kalimat ‘bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia’.

Makna dari kalimat tersebut para pemuda dan pemudi Indonesia akan memperjuangkan kemerdekaannya hingga titik darah penghabisan demi tanah air Indonesia.

Pada alinea kedua,’berbangsa yang satu, bangsa Indonesia’.

Artinya sebagaimana tujuan sejak awal. Sebagai rakyat yang berasal dari suku, ras dan agama yang berbeda. Namun mereka juga mengakui mereka bersatu dalam satu bangsa, yaitu Indonesia. Bertenggang rasa satu sama lain sehingga kokoh dalam persatuan.

Adapun pada alinea ketiga, ‘menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia’.

Makna kalimat itu menegaskan untuk mempersatukan menjadi Indonesia maka bahasa persatuan menjadi identitas keseluruhan. Atas dasar itu kemudian setiap rakyat menjunjung bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda merupakan peristiwa penting bagi tombak sejarah perjuangan bangsa. Oleh karena itu dengan semangat Hari Sumpah Pemuda, berkobarlah jiwa para pemuda Indonesia. Wujudkan Indonesia yang terhormat dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Sebagai generasi muda masa kini kita harus berfikir kreatif dan inovatif untuk mengisi kemerdekaan Indonesia. Selamat Hari Sumpah Pemuda. “Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa merubah dunia – Ir.soekarno”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…