Menteri BUMN Rini Soemarno

Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan alasan pembentukan perusahaan induk (holding) di bidang penerbangan agar bisa melakukan investasi lebih banyak. Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan banyak transportasi udara sehingga investasi diperlukan demi konektivitas masyarakat.

Saat ini, pemerintah tengah menggodok pembentukan perusahaan holding di bidang penerbangan. Pemerintah tengah melakukan kajian dengan menggunakan konsultan asing yakni PT PricewaterhouseCooper Consulting Indonesia (PwC). Rini melanjutkan investasi yang dilakukan di bidang penerbangan juga tidak bisa selalu mengandalkan dana pemerintah, sehingga pembentukkan holding menjadi strategi.

PT Survai Udara Penas (Penas) yang disebut-sebut akan menjadi induk usaha dari holding BUMN sektor penerbangan tersebut. Kabar ini dikonfirmasi dari hasil kajian PT PricewaterhouseCooper Consulting Indonesia (PwC). Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengungkapkan akan mulai membahas rencana pembentukan holding BUMN penerbangan. Dia mengaku telah menerima draf usulan dari Kementerian BUMN. PT Survai Udara Penas (Penas) disebut-sebut akan menjadi induk usaha dari holding BUMN sektor penerbangan tersebut. Penas merupakan salah satu BUMN yang lahir pada 31 Mei 1961.

Sangat menarik melihat bagaimana pemerintah menggunakan super holding untuk mengelola asset negara. Hal ini akan menguntungkan negara karena investasi tidak hanya dari dalam negeri, melainkan dari luar negeri juga. Dengan ini pengembangan BUMN akan dikelola secara profesional oleh konsultan yang mahir di bidangnya. Investasi luar negeri yang baik akan bisa digali dengan super holding ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…