Teknologi 5G sedang ditelurusi oleh raksasa telekomunikasi Huawei. Bahkan Huawei sendiri mengklaim telah menandatangani lebih dari 40 kontrak 5G komersial di seluruh dunia, termasuk di Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Melansir Bisnis.com, teknologi 5G atau generasi kelima tidak hanya menjanjikan kecepatan unduh yang 10 kali lebih cepat dari teknologi 4G LTE, tetapi memberikan jaringan seluler kemampuan untuk melayani jauh lebih banyak perangkat dengan waktu respons yang jauh lebih cepat. Beragam teknologi mutakhir seperti smart city, internet of things (IoT), layanan streaming 4K dan mobil swakemudi (self driving)  punya prasyarat menggunakan jaringan 5G.

Pada dasarnya, 5G beroperasi menggunakan gelombang elektromagnetik di frekuensi tinggi, sehingga untuk membuat jaringan 5G membutuhkan lebih banyak antenna berukuran kecil di area yang lebih sempit dari jaringan 4G yang bis beroperasi menggunakan menara telekomunikasi. Di samping itu, operator harus merombak infrastruktur kabel optik mereka yang menjadikan implementasi jaringan 5G bukanlah hal yang mudah. Jadi apa kelebihan teknologi 5G?

Super Cepat, Kapasitas Jumbo dan Akses Tanpa Buffering

Teknologi 5G menjanjikan skala konektivitas seluler yang sebelumnya hanya sebatas imajinasi. Sambungan yang super cepat, kapasitas yang jumbo, dan akses nyaris tanpa waktu tunda (buffering) membuat para penggila teknologi tergiur. Segala kemampuan tersebut membuat teknologi 5G kerap digadang-gadang sebagai kunci Revolusi Industri 4.0. Namun meskipun sejumlah pemangku kepentingan bersemangat menghadirkan 5G di Indonesia, permintaan terhadap teknologi jaringan generasi kelima ini kurang kuat karena minimnya potensi aplikasi di Indonesia.

Pemanfaatan Teknologi 5G Menurut Qualcomm Technology

Beberapa negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Singapura, Filipina dan Vietnam telah mendatangani kontrak untuk menggunakan infrastruktur 5G bagi warganya secara luas dan menjalin kesepakatan dengan Huawei. Melansir Batamtoday.com Januari 2019 lalu Perdana Menteri Tun Dr. Mahathir Mohamad mengatakan Malaysia akan melakukan studi pendahuluan sebelum membuat keputusan apakah akan memblokir raksasa telekomunikasi Cina, Huawei, yang berencana membangun infrastruktur 5G di Malaysia, menyusul kekhawatiran akan meningkatnya kegiatan mata-mata siber. Malaysia merasa perlu memperhatikan penggunaan teknologi baru yang berhubungan dengan unsur-unsur serangan siber dan pengumpulan data yang sensitif dan rahasia. Apakah benar penggunaan teknologi 5G beresiko bagi pertahanan dan keamanan negara?

Isu Keamanan Informasi

Malaysia sendiri mengklaim harus berhati-hati dengan teknologi 5G yang saat ini sedang dijelajahi Cina, karena kemampuannya untuk memicu ancaman keamanan dunia maya dan digital terhadap negara tersebut. Dilansir dari Detik.com, agen mata-mata internasional Selandia Baru telah melarang perusahaan seluler Spark menggunakan perangkat Huawei dalam rencana mereka memperbaharui teknologi 5G dan mengatakan teknologi itu menimbulkan risiko keamanan jaringan yang signifikan.

Puslitbang Kominfo mengkaji bahwa telekomunikasi seluler tumbuh dari generasi pertama, yang dikenal dengan 1st Generation (1G), hingga 2G, 3G, dan 4G atau generasi keempat sampai saat ini masih dalam tahap implementasi di beberapa negara. Setiap generasi teknologi memiliki beberapa perbedaan dan inovasi. Meskipun diperkirakan akan datang pada tahun 2020, sampai saat ini standar yang akan menjadi dasar dari teknologi tersebut masih belum terlihat. Setiap teknologi baru harus didasari oleh sebuah penelitian bertahap dari berbagai cabang keilmuan yang saling mendukung sampai dengan teknologi tersebut dinyatakan layak pakai.

Standar Teknologi dan Regulasi Sebagai Kontrol

Berbeda dengan sebagian negara lainnya di dunia, Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki banyak provider telekomunikasi. Integrasi data menjadi tantangan bagi keamanan informasi bagi Indonesia sehingga perkembangan teknologi membutuhkan standar operasional teknologi dan dukungan regulasi dari pemerintah agar teknologi baru tidak menjadi bumerang bagi pertahanan dan keamanan negara.

Penyusunan standar dan regulasi atas penerapan teknologi baru membutuhkan kajian untuk mengidentifikasi peluang inovasi 5G dalam perkembangan teknologi. Bidang teknologi apa yang akan berkontribusi dalam inovasi terkait teknologi 5G sehingga menjawab manfaat yang akan diterima oleh negara, perusahaan, universitas dan berkontribusi pada perumusan standar resmi 5G di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…