Tim Mawar Diduga Terlibat, Menhan: Jangan Buka Luka Lama


Dugaan keterlibatan eks Tim Mawar yang beranggotakan Kopassus dalam aksi rusuh 21-22 Mei lalu membuat Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu angkat bicara. Menhan menegaskan tidak ada keterlibatan Tim Mawar dalam aksi 21-22 Mei lalu karena Tim Mawar sudah dibekukan dan sudah selesai. Menhan meminta agar awak media dan masyarakat untuk tidak membuka luka lama bagi anggota Kopassus yang aktif.  

Melansir Detik.com, Ryamizard juga meminta Tim Mawar yang pernah dibentuk Kopassus, tidak dituduh terlibat kerusuhan. Dia menegaskan bahwa tim tersebut sudah dibubarkan sejak dinyatakan terlibat penculikan aktivis 1990-an.

Nama Tim Mawar dikenal sebagai sebuah tim dalam Kesatuan Komando Pasukan Khusus Grup IV TNI AD. Tim ini disebut melakukan penculikan aktivis dalam tragedi 1998.

“Sudahlah, Tim Mawar itu sudah puluhan tahun, sudah selesai, jangan dibawa-bawa lagi. Ini luka lama, jangan dibawa-bawa lagi, tidak baik itu. Terus… Terus… Itu berpengaruh nantinya. Jadi sudah selesai,” kata Ryamizard.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memastikan tak ada satupun perwira atau prajurit aktif di Kopassus yang terlibat kerusuhan 21-22 Mei 2019. Ryamizard mengaku sudah menanyakan satu per satu anggota Kopassus. Sebelumnya Majalah Tempo melakukan investigasi adanya keterlibatan eks anggota Tim Mawar, Fauka Nur Farit dalam aksi 21-22 Mei 2019 yang berujung kerusuhan di depan Bawaslu. Dalam laporan Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019 berjudul “Tim Mawar dan Rusuh Sarinah”, salah satu mantan anggota Tim Mawar diduga terkait dengan aksi kerusuhan tersebut dan disebutkan berada di sekitar Gedung Bawaslu saat kerusuhan.

Menurut pimpinan majalah Tempo, Arif Zukifli Fauka Noor Farit yang merupakan mantan anak buah Prabowo di Kopassus diduga sebagai pengumpul massa untuk melakukan aksi di Bawaslu. Dugaan ini berdasarkan kesaksian sejumlah orang yang telah ditahan Polri terkait aksi kerusuhan pada 21-22 Mei. Arif Zukifli menemukan indikasi dari pertemuan, percakapan juga kesaksian-kesaksian dari sejumlah orang yang sudah ditahan Polri. Dalam wawancaranya dengan Kompas, dia juga menyatakan bahwa sumber data yang didapatkan telah terkonfirmasi dari polisi maupun beberapa pejabat intelijen. Selain Fauka juga diidentifikasi ada anak buah yang merupakan beberapa orang di Indonesia Timur yang direkrut dan pernah bekerja sama dengan mereka.

Menhan menegaskan situasi saat ini sudah baik dan berharap situasi baik tetap berlangsung sampai tanggal 28 Juni menjelang penetapan hasil sengketa Pilpres oleh Mahkamah Konstitusi. Mulai sekarang diingatkan oleh Menhan agar tidak ada lagi kerusuhan pada saat penetapan hasil sengketa oleh MK.

“Jika nantinya ada kerusuhan, jangan marah kalau dihukum”, tegas Menhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…