Tol Trans-Jawa, Magnet Ajaib untuk Investor Jawa Tengah

Pembangunan Jalan Tol Trans-Jawa sudah terasa dampaknya oleh daerah Provinsi Jawa Tengah. Tol yang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Desember 2018 tersebut membawa dampak yang baik seperti meningkatnya jumlah investasi di Jawa Tengah dan memperlancar arus lalu lintas pastinya.

Plt Kadin Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Provinsi (DPMPTSP) Jawa Tengah, Didik Subiyantoro menyatakan bahwa calon investor yang akan masuk ke Jawa Tengah untuk tahun ini jumlahnya sudah banyak. Bahkan diantara mereka adalah investor besar yang nantinya bisa menampung banyak karyawan, sehingga bisa membantu membuka lapangan kerja untuk orang banyak. Investor berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah, missal Demak, Semarang, Kendal, Brebes, Tegal, dll.

Seperti yang dilansir kompas, Didik juga menambahkan bahwa selain iklim investasi yang kondusif dan juga letaknya yang strategis, Jalan Tol Trans-Jawa menjadi alasan para investor menanamkan investasi perusahaannya di Jawa Tengah. Karena letak tol yang strategis, ekspor bisa dilakukan dari Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Tidak hanya itu, akses pun menjadi cepat dan mudah. Dengan adanya tol ini memang pertumbuhan investasi di Jawa Tengah diprediksi akan bertambah karena daya tariknya yang luar biasa.

Kemudahan investasi di Jawa Tengah juga menjadi alasan mudahnya berbagai investor untuk berinvestasi di Jawa Tengah. Pelayanan perizinan yang mudah dan satu pintu di situs resmi DPMPTSP juga dipercaya menjadi alasan mudahnya para investor untuk berinvestasi di Jawa Tengah. Jawa Tengah juga memiliki tim percepatan pembangunan Kawasan industry yang diketuai oleh Wakil Gubernur sendiri. Ada juga Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha yang siap mengawal perizinan dan seluruh kebutuhan calon investor.

Adanya Tol Trans-Jawa, banyaknya Kawasan Industri Terpadu, maka iklim investasi Jawa Tengah yang kondusif dipastikan akan semakin bertumbuh dengan pesat. Di tahun lalu saja, tercatat realisasi Kawasan industry adalah mencapai Rp 59 Trilyun dari target 47 trilyun. Untuk tahun ini target adalah 56 trilyun. Dengan jumlah calon investor yang masuk yang banyak, prediksinya adalah target itu terpenuhi dan bahkan bisa melebihi target.

Banyak investor baru yang ingin berinvestasi di Jateng. Misal di Kawasan Industri Kendal (KIK), rencananya tahun ini ada puluhan investor baru yang akan segera melaksanakan investasinya di lokasi tersebut. Juliani Kusumaningrum, Head of Sales & Marketing PT KIK, menyatakan bahwa hingga Februari 2019, sudah ada 51 tenant yang akan melakukan investasi di KIK. Banyaknya investor ini tak jauh dari karena lahirnya Tol Trans-Jawa  yang membuat mereka percaya akan kemudahan jalan logistik ke Jawa Tengah.

Sementara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang menggenjot sektor investasi untuk mendapatkan kemudahan dengan adanya pembangunan Tol Trans-Jawa. Ganjar juga menyiapkan strategi untuk realisasi target investasi dengan merencanakan tur investasi. Ganjar menambahkan bahwa tahun ini jumlah proyek yang ditawarkan Pemprov Jateng adalah 63 proyek (36 dari sektor Pariwisata, 8 dari sektor pertanian, 4 dari sektor manufaktur, 7 dari sektor properti, dan terdapat sejumlah 58 aset Pemprov Jateng adalah dari BUMN dan BUMD

Tag: Trans Jawa, Investor, BUMN, BUMD, Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…