Viral Dipenuhi Jutaan Massa, Berapa Kapasitas GBK?

Kampanye akbar Prabowo-Sandi yang digelar Minggu Subuh (7/4) lalu viral dengan sanggahan masyarakat soal kata “jutaan” orang yang hadir mendukung Prabowo-Sandi. Hal ini bermula dari pernyataan Capres 02 Prabowo Subianto mengklaim kampanye akbarnya di stadion Gelora Bung Karno (GBK) hari Minggu lalu dihadiri lebih dari 1 juta orang, seperti yang ditulis oleh Detik.com (7/4). Muncul intervensi dari kalangan masyarakat termasuk TKN Jokowi-Ma’ruf tentang kata jutaan orang tersebut. Pasalnya seperti yang diketahui kapasitas stadion GBK tidak mampu menampung jutaan manusia. Berapa sebenarnya kapasitas stadion GBK? (Baca Juga : Lautan Massa Pendukung Prabowo-Sandi di GBK)

Stadion GBK sejak tahun 2018 sudah mengalami perubahan wajah semenjak Jakarta-Palembang dipercayakan untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Ditulis dalam situs Wikipedia Pembangunan stadion GBK sejak 1960, awalnya memiliki kapasitas 110.000 orang. Semenjak direnovasi tahun 2007 untuk pagelaran AFC Asian Cup kapasitasnya menjadi 88.306 orang. Berdasarkan pengakuan Direktur Utama GBK, Winarto, setelah direnovasi kembali untuk Asian Games 2018 kapasitas GBK saat ini menjadi 78.000 kursi. Artinya, manajemen GBK tidak akan mengijinkan pemakaian GBK melebihi kapasitas tersebut. Hal ini demi kenyamanan dan menghindari kelebihan muatan (overload).

Asumsi kapasitas GBK oleh TKN Jokowi-Ma’ruf hanyalah sekitar 114.000 – 130.000 orang sudah termasuk lapangan rumput dan trek atletik. Tentunya jumlah ini sangat jauh dari pernyataan Prabowo-Sandi bahwa pendukungnya yang hadir di GBK Minggu kemarin diperkiraan 1 juta orang lebih. Jika masyarakat tidak cermat atas pemberitaan media tentunya akan menimbulkan kesalahpahaman.

Framing yang Selalu Viral

Dapat diakui bahwa akhir-akhirnya framing yang dibangun oleh kubu Prabowo-Sandi selalu berhasil menimbulkan kontroversi dan viral di kalangan masyarakat. Apakah itu bagian dari strategi untuk mendapatkan perhatian atau unsur kesengajaan. Sesuai dengan informasi dari Kominfo tentang isu-isu pencitraan, kebohongan ataupun saling menuding akan semakin banyak dan memuncak pada bulan April menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang. (Baca Juga : Waspada Menjelang Pilpres, Pendukung Paslon Saling Menuding)

Dengan banyaknya isu-isu yang serupa dan berulang setiap harinya, diharapkan masyarakat semakin memahami dan mengerti bahwa tidak semua informasi yang disebar itu benar adanya. Belum jelas apakah semua isu ini akan berakhir setelah Pemilu 2019 ini. Mungkin saja akan terus berlanjut sampai pengumuman resmi hasil Pemilu 2019 dari KPU disampaikan. Dengan demikian masyarakat harus tetap waspada dengan isu-isu yang sering naik di media massa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…