Jakarta, RakyatRukun.com- Di tengah pandemi Corona yang belum usai, ahli mengingatkan bahwa masyarakat juga harus waspada terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

“Dengan adanya Covid-19, tentunya harus diwaspadai karena seseorang dapat terinfeksi keduanya dan tentunya akan memperberat penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Nadia kepada Kompas.com, Jumat (30/4/2020).

Memasuki pergantian musim hujan ke musim kemarau (pancaroba) dapat menjadi penyebab keluarnya nyamuk khususnya jenis Dengue dari sarangnya. Jika saat musim hujan nyamuk-nyamuk ini cenderung tidak keluar karena masa bertelur. Memasuki musim kemarau telur-telur tersebut sudah menetas dan siap untuk bergerak keluar.

Kenali Beda Gejala Virus Corona dan DBD

Perbedaan gejala Virus Corona dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) antara lain seperti yang dikutip dari UNB:

Gejala pada penyakit DBD ini biasanya mulai bisa terlihat dalam waktu 4-6 hari setelah penularan terjadi. Gejala yang muncul yaitu:

– Demam tinggi secara mendadak

– Muntah-muntah

– Mual

– Sakit kepala yang sangat kuat

– Kelelahan atau mudah lelah

– Rasa sakit yang muncul di belakang mata

– Nyeri pada otot dan persendian tulang

– Muncul ruam pada kulit, yang akan muncul 2-5 hari setelah demam

– Terjadi perdarahan ringan (seperti hidung berdarah, mudah memar, dan gusi berdarah)

Sedangkan Virus Corona COVID-19 yaitu penyakit karena infeksi virus ini dapat menyerang tubuh, misalnya pada hidung, sinus, dan tenggorokan bagian atas. Gejalanya terdiri dari:

– Demam

– Batuk

– Sesak napas

– Pilek atau hidung berlendir

– Sakit tenggorokan

Saat virus Corona menginfeksi saluran pernapasan bagian bawah (tenggorokan dan paru-paru), maka dapat menyebabkan terjadinya pneumonia. Biasanya menyerang orang-orang yang lanjut usia, imunitas yang lemah, dan memiliki penyakit bawaan misalnya penyakit jantung dan lain-lain.

Menurut data dari Kemenkes sampai saat ini diketahui jumlah pasien DBD di Indonesia sudah mencapai 49.931 kasus dengan kasus terbanyak terdapat di daerah Bali.

Untuk itu, dihimbau kepada semua masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan rumah untuk mencegah masuknya nyamuk DBD dan virus Corona selama tinggal di rumah.

Saat ini telah tersedia antiseptic spray yang mengandung Citronella Essensial Oil yang dapat membunuh virus sekaligus mengusir nyamuk dan serangga. Dengan demikian, kita dapat terhindar dari virus Corona dan serangan nyamuk DBD sekaligus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Apa Yang Terjadi Jika Anda Berhenti Berolahraga Saat Ramadan?

Jakarta, RakyatRukun.com- Apakah Anda sudah mulai jarang olahraga? Berbagai riset dan…