Jakarta (RakyatRukun.com) – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengatakan, situasi wabah Corona dapat dimanfaatkan oleh kelompok atau pelaku kriminal siber untuk melancarkan serangan atau aktivitas yang berbahaya. Bentuk serangannya bisa berawal dari membuka laman informasi soal corona yang ternyata sudah disisipi program berbahaya.

Sekretaris Utama BSSN, Syahrul Mubarak menjelaskan, ancaman siber itu dapat berupa file berekstensi pdf, mp4, atau docx dari tautan yang diberi nama file yang terkait dengan situasi terkini virus corona.

“Seperti cara melindungi diri dari virus, informasi terkini ancaman atau prosedur deteksi virus. File-file tersebut dapat disisipi trojan atau worm,” terang Syahrul kepada Validnews, Selasa (10/3).

Bahayanya, lanjut Syahrul, sisipan itu dapat menimbulkan risiko kerusakan, modifikasi, pencurian data, serta bisa mengganggu operasional dan jaringan komputer apabila pengguna meng-klik tautan atau membuka dokumen lampiran tersebut.

Ia menyebutkan, setidaknya sudah ada satu laporan kasus aktivitas siber berbahaya yang memanfaatkan situasi corona ini. Teridentifikasi, aktivitas itu adalah emotet malspam yang terjadi di Jepang.

Emotet sendiri merupakan program yang tergolong trojan, dan pertama kali ditemukan dalam kasus pencurian data finansial atau perbankan, dan umumnya tersebar melalui phising campaign.

Pada kali ini, penjahat siber mengirim email yang disamarkan sebagai pemberitahuan resmi dari penyedia layanan kesejahteraan penyandang cacat dan pusat kesehatan masyarakat. Iming-iming dari email itu adalah memberikan rincian informasi tentang langkah-langkah pencegahan terhadap virus, untuk menarik calon korban agar membuka lampiran dalam email tersebut.

“Untuk menghindari jatuhnya korban karena aktivitas siber berbahaya khususnya emotet, disarankan untuk tidak mengklik tautan dan membuka lampiran file yang mencurigakan, dan jika pengirim pesan tidak dapat diverifikasi atau dari sumber yang tidak dipercaya,” tambah Syahrul yang dikutip dari validnews.id.

Ditegaskan, masyarakat dapat memanfaatkan sumber informasi yang valid untuk mengetahui perkembangan informasi terkait virus corona, dari situs milik Kementerian Kesehatan RI misalnya.

Tujuh Langkah

Lebih lanjut, BSSN merekomendasikan tujuh langkah yang dapat digunakan untuk meningkatkan proteksi dari serangan emotet, salah satunya adalah penggunaan antivirus. Pertama, disarankan kepada masyarakat untuk menggunakan antivirus dengan fitur pembaharuan otomatis, dan lakukan scanning rutin secara menyeluruh.

Kedua, perangkat lunak juga harus diperbaharui secara rutin. Disarankan pula aktivasi Microsoft Office Macro hanya jika benar-benar diperlukan. Pasalnya, infeksi awal emotet adalah melalui macro yang disematkan di dokumen Microsoft Office atau PDF.

“Ketiga, pengguna disarankan untuk menonaktifkan macro secara default, dan membatasi izin yang memungkinkan eksekusi macro untuk mengurangi kemungkinan akses awal emotet melalui metode ini,” jelasnya.

Selanjutnya, fitur penyaringan atau filter email juga harus digunakan. Penerapan filter pada gateway email dimaksudkan untuk menyaring email dengan indikator spam malware, dan memblokir alamat IP yang mencurigakan pada firewall.

Kelima, BSSN merekomendasikan untuk menonaktifkan layanan yang tidak diperlukan, seperti remote desktop protocol misalnya. Keenam, pengguna juga disarankan untuk memasang perangkat lunak pengontrol aplikasi.

Terakhir, diimbau pula untuk melakukan pencadangan data atau file secara berkala. Infeksi emotet juga memungkinkan menjadi jalan masuk awal bagi ransomwre, oleh karena itu sangat penting untuk melakukan pencadangan data secara berkala.

“Ransomware menginfeksi perangkat penyimpanan yang terhubung, sehingga perlu dipastikan terdapat cadangan data yang disimpan secara offline,” singkatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

BPJS Kesehatan Batal Naik. BPJS Kesehatan Terancam Bangkrut

Jakarta (RakyatRukun.com) – Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan pembatalan kenai…