Waspada Menjelang Pilpres, Pendukung Paslon Saling Menuding

Pesta demokrasi untuk pemilihan presiden dan wakil presiden RI tinggal menghitung hari lagi. Mendekati Pilpres yang tinggal 12 hari lagi, semakin banyak pemberitaan tentang para pendukung pasangan calon presiden dan wapres nomor urut 01 dan 02. Rakyat rukun mencoba merekap peristiwa viral tentang isu yang terjadi diantara para pendukung paslon 01 dan 02 selama pelaksanaan kampanye terbuka berdasarkan sumber berita cnnindonesia.com, detik.com dan tribunnews.com.

Amien Rais Ancam akan Gunakan People Power

Ditulis dalam berita tribunnews.com (2/4/2019), Amien Rais mengancam akan menggunakan People Power jika muncul kecurangan dalam penghitungan suara Pilpres 2019. Sebagai Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Amien Rais menyebut, tak akan membawa sengketa hasil pemilu ke MK jika menemukan potensi kecurangan. (Baca Juga : Politik Menjatuhkan Ala Amien-Rais)

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo pun menyesalkan pernyataan politisi senior Partai Amanat Nasional Amien Rais yang menyebut akan menggunakan kekuatan massa jika ada kecurangan pemilu. Jokowi meminta Amien Rais tak menggunakan cara yang menakut-nakuti.

“Jangan gini lah. Jangan menekan dengan cara menakut nakuti rakyat, pemerintah. Semuanya ada mekanismenya. Ada UU-nya, ada aturan hukumnya,” kata Jokowi di Sorong, Selasa (2/3/2019).

Isu Jet Tempur TNI AU yang menghalangi Jet Pribadi Prabowo

Ditulis Detik.com (3/4/2019), Beredar informasi pesawat yang ditumpangi capres Prabowo Subianto sempat diganggu jet tempur. Isu yang melibatkan netralitas TNI ini, dengan gerakan cepat TNI AU membantah kabar tersebut. Informasi soal gangguan jet tempur itu diungkapkan eks Kasum TNI Letjen TNI (Purn) JS Prabowo lewat akun Twitter @marierteman. Dia menyebutkan ada tiga jet tempur yang melintas saat pesawat Prabowo akan lepas landas menuju Purwokerto pada (1/4). Kadispen AU Marsma TNI Samyoga membantah cuitan itu. Samyoga mengatakan pernyataan itu tidak tepat. (Baca Juga : Jangan Keliru! Sukhoi TNI AU Bukan Menghalangi Jet Pribadi Prabowo)

Menurut Samyoga, apa yang disampaikan Pak JS Prabowo kurang tepat. Karena yang beliau sampaikan terjadi pada dua hari yang berbeda, dan dua-duanya sama sekali tidak melibatkan sukhoi. Dia pun memaparkan bukti ketidakterlibatan sukhoi dalam peristiwa tersebut dan menyimpulkan bahwa artinya, pesawat 9HNYC tidak ada hubungan sama sekali dengan penerbangan Sukhoi. Pesawat 9HNYC menunggu keberangkatan (take off) karena ada pesawat Wing Air sedang akan mendarat, bukan Sukhoi.

Isu Yusril Ihza Mahendra dengan Habib Rizieq Syihab

Isu ini sudah ditulis dalam berita di Detik.com (4/4/2019). Isu tentang Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra membuat manuver ‘balasan’. Bersama dengan elite partainya, dia mengungkap chat Habib Rizieq Syihab yang meragukan Keislaman Prabowo. Duduk perkara persoalan ini bermula pada November 2018 silam. Kala itu, ada pernyataan Yusril dalam sebuah video yang pada intinya dalam video itu Yusril mengatakan bahwa Habib Rizieq pun pernah menyatakan kepada dirinya mengenai keislaman Prabowo yang diragukan. (Baca Juga : Pengacara Habib Rizieq : Sikap Yusril Kayak Anak Kecil)

Kemudian, Habib Rizieq menyanggah pernyataan Yusril itu, dalam video yang ditayangkan di channel Youtube Front TV pada 1 April 2019. Menurut Habib Rizieq, apa yang disampaikan oleh Yusril itu tidak benar. Diketahui bahwa Yusril merupakan pendukung Paslon Presiden dan Capres 01 sedangkan Habib Rizieq merupakan pendukung Paslon 02.

Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Disebar

Ditulis Detik.com (4/4/2019), Jaksa membeberkan cara Bagus Bawana Putra menyebarkan hoax tentang 7 kontainer berisi surat suara yang telah tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Salah satunya disebut jaksa melalui pesan suara.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa, awalnya ada seorang bernama Sugiyono alias Abdul Karim mengirimkan pesan ke grup WhatsApp bernama Gerakan Nasional Prabowo Presiden (GNPP) Provinsi Banten. Pesan itu menyebutkan Sugiyono menanyakan kebenaran informasi adanya 700 kontainer berisi 80 juta surat suara yang telah dicoblos melalui pesan WhatsApp. Jaksa menyebut cuitan Bagus menjadi trending topic dan viral. Atas perbuatannya, Bagus dijerat sekaligus dengan 8 dakwaan, sebagai berikut:

– Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana;

– Pasal 14 ayat 2 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana;

– Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana;

– Pasal 45A ayat 2 UU ITE juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP;

– Pasal 45A ayat 2 UU ITE;

– Pasal 45 ayat 3 UU ITE juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP;

– Pasal 45 ayat 3 UU ITE;

– Pasal 207 KUHP.

BPN Prabowo-Sandi Tepis Eks Ketua HMI soal Konsultan Yahudi

Ditulis Detik.com (4/4/2019), BPN Prabowo-Sandiaga menepis tuduhan eks Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Hasanuddin soal keberadaan konsultan Yahudi. BPN menilai pendapat Hasanuddin keliru. Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga mengatakan hal tersebut merupakan pendapat yang “ngasal” dan analisanya dipaksakan. Priyo menyebut pernyataan Hasanuddin soal konsultan Yahudi itu sangat sensitif. Dia lalu mempertanyakan kubu capres Joko Widodo (Jokowi) yang kerap menebar hoax.

“Kemarin ada 2 jenderal senior loyalis Pak Jokowi bicara tentang khilafah, ada juga seorang Ketum partai koalisi pendukung pak Jokowi yang menuduh Islam radikal dan HTI mendukung Prabowo-Sandi. Sekarang ditambah lagi konsultan Yahudi. Ini semua adalah fitnah dan sampah demokrasi. Kurang baik apa pak Prabowo, selama ini beliau tidak pernah meminta kami-kami ini untuk menyebut eksponen komunis/PKI bersembunyi dan mendukung Pak Jokowi,” ujarnya. Dia menyebutkan, pola konspirasi yang disebut bisa ditelaah dengan mudah. Salah satunya, kata Hasanuddin, memposisikan capres 02 Prabowo Subianto seolah tokoh Islam. 

TKN Jokowi: BPN Bangun Framing 02 Kalah dengan Kecurangan

Ditulis Detik.com (4/4/2019), Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menganggap kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai kalap menjelang pemungutan suara pada 17 April mendatang. TKN menyebut kubu paslon nomor urut 02 itu tidak siap kalah.

Hal tersebut disampaikan juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily. Ace awalnya membeberkan ada arahan strategis Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang menyebut pihaknya sudah menang dan hanya kalah jika ada kecurangan. Ace menyatakan arahan strategis tersebut sudah beredar luas. Menurut Ace, dari situlah muncul upaya ‘cerita’ soal kecurangan yang dilakukan kubu Jokowi-Ma’ruf, misalnya ketidaknetralan aparat, politik uang dari amplop cap jempol, sampai isu ‘pemilih siluman’. Bagi Ace, fitnah itu bertujuan menyatakan TNI tidak netral, yang akhirnya dibantah oleh Kadispen TNI AU. Ace juga menuding kubu Prabowo-Sandi mengarang sandiwara soal politik uang.

TKN Jokowi-Ma’ruf juga menegaskan bahwa cara-cara intimidasi adalah karakter pendukung 02 yang terbukti saat peristiwa kekerasan pada warga yang memakai kaus Jokowi di Jawa Tengah. Ini bagian dari skenario besar yang sedang dirancang jelang dan pasca-17 April. Menurutnya Ace, Pasca-17 April juga kubu 02 telah berbicara tentang upaya menegasi peran MK dan mengangkat people power. Semua rakyat harus tahu skenario besar kubu 02 ini.   

Video Viral Maruf Amin tentang Basuki Tjahaja Purnama “Ahok”

Ditulis dalam berita makassar.tribunnews.com (5/4/2019), muncul isu video viral Ma’ruf Amin tentang Basuki Tjahaja Purnama “Ahok”. Viral video calon Wakil Presiden RI nomor urut 01, Maruf Amin yang mengatakan kalau mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjdi sumber konflik di Indonesia. Video soal Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diunggah oleh pemilik akun Twitter @Sofia_ardani yang kemudian di-retweet politisi Fahri Hamzah melalui akun @Fahrihamzah. Bangsa ini akan konflik tidak akan berhenti kalau Ahok tidak, maka itu Ahok itu harus kita habisi,” lanjut Maruf Amin mengatakan dalam potongan video ini.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Maruf Amin sampaikan klarifikasi soal video dirinya menyerang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Maruf Amin meluruskan kalau video yang viral itu tidak utuh, sehingga konteks tidak bisa dilihat secara luas. Maruf Amin mengatakan kalau video itu terjadi saat beberapa ustadz mengajak untuk menggelar pertemuan membahas calon presiden. Maruf Amin pun tak tidak mempermasalahkan, asal video itu utuh, dan tidak dipotong sehingga masyarakat tidak mengetahui konteks dalam perbincangan tersebut.

Jangan Sampai Masyarakat Termakan Hoaks

Dari isu-isu yang viral tersebut, kebanyakan muncul saat kampanye terbuka dimulai. Mungkin saat ini masyarakat dibingungkan dengan semua peristiwa-peristiwa para pendukung 01 dan 02 yang saling menuding dan saling menjatuhkan. Bahkan masyarakat bisa saja menjadi ragu akan pilihan mereka saat ini setelah mendengar dan membaca berita-berita tersebut.

Menjelang hari pencoblosan pilpres atau pemilihan presiden pada 17 April 2019 mendatang, pemerintah menduga jumlah hoax, kabar bohong, berita palsu dan ujaran kebencian bakal terus melonjak. Menurut Kominfo, sepanjang Maret 2019, ada 453 hoax yang terindentifikasi. Angka tersebut naik dari bulan sebelumnya yang hanya 353 hoax. Bila ditotal dari Agustus 2018 hingga kini ada 1.224 hoax yang terindentifikasi Kominfo.

Masyarakat perlu untuk melihat dan memperhatikan setiap berita-berita yang tersebar saat ini agar tidak termakan oleh berita bohon (hoaks).

Rakyat Rukun membagikan tips yang bisa dilakukan masyarakat saat ini menjelang Pilpres 2019 agar tidak termakan hoaks, yaitu :

  1. Lebih baik membaca dan mendalami visi dan misi Calon Kandidat 01 dan 02 melalui situs resminya untuk meyakinkan pilihan di Pilpres 2019 nanti.
  2. Ingat siapapun yang terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden berpengaruh kepada masa depan bangsa Indonesia.
  3. Berfikir positif dan kenali pribadi kedua pasangan calon bisa dengan memutar ulang video-video debat Pilpres pertama sampai keempat yang ada di Youtube atau media lainnya.
  4. Ingat bahwa pelaksanaan Pilpres 2019 menjadi sorotan dunia, tidak perlu ikut-ikutan menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian di akun-akun sosial.
  5. Berdoa agar pelaksanaan Pilpres 2019 tanggal 17 April 2019 mendatang berjalan lancer.

1 Komentar

  1. BPN Bangun Framing 02 Kalah dengan Kecurangan..ini yang paling mengerikan..Harus hati2, saatnya orang orang yg berintegritas dibutuhkan dan bekerja keras..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

PANGAN DAN PERTAHANAN NEGARA

Logistik tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi tanpa logistik pertempuran tidak dapa…