Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling kompleks. Tubuh manusia menyimpan banyak hal menarik untuk diungkap. Salah satunya mengenai virus yang selalu menjadi momok bagi kesehatan tubuh. Virus dapat datang dan hadir kapanpun sebagai penyebab penyakit. Kehadiran virus jangan pernah disepelekan karena jika tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan kematian. Mari pahami semua fakta tentang perkembangan virus pada tubuh manusia melalui ulasan berikut.

Fakta Menarik Tentang Virus

Virus merupakan nonmakhluk hidup yang berukuran mikro dan menjadi parasit obligat pada makhluk hidup. Apa artinya hal “obligat” tersebut. Artinya virus tidak akan dapat “hidup” tanpa berada dalam makhluk hidup. Artinya virus dapat dikatakan sebuah entitas nonseluler yang tersusun protein yang hanya melakukan infeksi terhadap inang dan memperbanyak diri.

Virus tersusun atas DNA dan RNA, serta dilapisi oleh protein di bagian luarnya. Meski ukurannya terbilang “mini”, tapi virus yang masuk ke dalam tubuh bisa menimbulkan berbagai penyakit berbahaya. Terlebih karena ukuran virus yang tidak kasat mata sehingga menyulitkannya untuk terdeteksi dengan mudah. Lalu, bagaimana virus tumbuh dan menimbulkan berbagai efeknya pada tubuh manusia?

Berikut fakta menarik tentang virus yang perlu Anda ketahui:

Virus Berkembang Dengan Membentuk Salinan Diri

Ketika terserang penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti flu dan cacar air, kita mungkin akan bertanya-tanya bagaimana kerja virus hingga kemudian menimbulkan penyakit. Cukup banyak orang yang masih belum paham mengenai perkembangbiakan virus.

Pada dasarnya, virus yang masuk ke dalam tubuh tidak “berjuang” sendirian, melainkan menghasilkan banyak salinan diri yang menyerupai bentuknya. Di sini, virus memanfaatkan sel inang yang sedang ditempatinya untuk memproduksi lebih banyak salinan diri. Tubuh manusia yang dijadikan sel inang oleh virus tidak menyadari hal tersebut. Ini karena virus memberikan instruksi kepada tubuh dalam bentuk DNA atau RNA.

Alhasil, tubuh mengenali instruksi tersebut sebagai hal biasa guna menunjang fungsinya. Tubuh yang telah dijadikan sumber daya oleh virus tersebut, kemudian membuat partikel virus dalam jumlah yang lebih banyak. Selanjutnya sejumlah virus yang telah berkembang tersebut langsung menjalankan aksinya, sehingga menimbulkan berbagai gejala khas suatu penyakit.

Virus Tidak Hanya Menular Antar Manusia

Jika selama ini Anda mengira bahwa semua penyakit yang disebabkan oleh virus itu menular dari orang ke orang, nyatanya fakta tentang virus tidaklah demikian. Dari beragam jenis penyakit akibat virus, beberapa di antaranya tidak selalu menyebar langsung dari orang ke orang.

Flu, HIV, herpes, serta hepatitis, merupakan beberapa penyakit yang diakibatkan oleh penularan virus dari kontak langsung antar manusia. Sementara penularan virus lainnya bisa diakibatkan oleh gigitan serangga, hewan, maupun mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi virus. Ambil contoh seperti penyakit Ebola. Penyakit ini sebenarnya bisa ditularkan langsung dari orang ke orang. Akan tetapi, hewan yang telah terinfeksi virus Ebola juga bisa menularkan penyakitnya pada manusia.

Virus Dapat Menyerang Bagian Tubuh Mana Pun

Sebelum menimbulkan satu atau lebih gejala khas penanda suatu penyakit, virus yang telah berkembang dan tersebar ini akan mendatangi bagian tubuh mana pun. Perkembangan suatu penyakit ditentukan oleh bagian tubuh mana yang menjadi sasaran virus.

Ada berbagi bagian di dalam tubuh yang kerap menjadi lokasi penyerangan virus, hingga nantinya menimbulkan gejala. Mulai dari di saluran pernapasan, yang kemudian menyebabkan flu dan pilek. Selanjutnya sistem pencernaan, yang kemudian mengakibatkan diare bahkan muntah-muntah. Ada juga di kulit, yang akhirnya muncul ruam, bintik-bintik kemerahan, hingga lenting berisi cairan. Bahkan virus bisa menyerang hingga organ hati, sehingga menimbulkan peradangan.

Tubuh Punya Kemampuan Khusus Untuk Menghambat Perkembangan Virus

Fakta tentang virus lainnya yang harus Anda tahu bahwa bukan hanya virus saja yang punya trik untuk mengelabui sel inangnya, tapi tubuh juga demikian. Ya, tubuh manusia sebenarnya mampu membela diri untuk menghambat perkembangan virus.

Tugas tersebut dilakukan oleh sel T sebagai bagian dari sistem imun tubuh. Ketika sistem imun mendeteksi adanya perkembangan virus, sel T mulai menjalankan aksinya untuk menyerang virus dan menghancurkannya. Di saat tersebut, sistem kekebalan kemudian memproduksi antibodi khusus guna mengikat virus agar tidak menular. Akhirnya, dilanjutkan oleh kerja sel-T yang mematikan virus tersebut. Selain itu, sel-T juga bertugas memberikan sinyal kepada sel-sel lain untuk menjalankan tugasnya, misalnya sel fagosit.

Perkembangan Virus Hanya Bisa Dihentikan Oleh Obat Antivirus

Virus yang berkembang di dalam tubuh tidak bisa dihentikan oleh sembarang obat. Tak sedikit orang yang keliru dan mengira bahwa obat antibiotik ampuh untuk mengatasi penyakit akibat virus. Padahal, fakta tentang virus yang kerap kali rancu ini bukanlah demikian. Penggunaan antibiotik yang keliru justru tidak menghentikan perkembangan virus, tapi malah meningkatkan risiko mengalami resistensi antibiotik.

Cara mengobati virus yang paling efektif yakni dengan menggunakan obat antivirus. Antivirus akan mencegah reproduksi virus atau membuat salinan diri, sekaligus meningkatkan kekuatan pada sistem imun tubuh.

Virus memang dikenal menjadi penyebab penyakit yang menyerang tubuh. Sebagian besar serangan virus ini merugikan bagi kekebalan tubuh. Namun, tidak banyak kita yang tahu tentang peranan virus yang dapat menguntungkan manusia.

Pemanfaatan Virus Bagi Kepentingan Manusia

Banyak yang tidak mengetahui bahwa virus yang masuk kedalam organ tubuh makhluk hidup ternyata dapat menguntungkan di dalam tubuh manusia yang dapat menghindari kerusakan pada organ tubuh manusia dan tidak memberikan pengaruh efek samping yang dapat merugikan manusia.

Virus dapat digunakan untuk membuat vaksin berbagai penyakit. Patogen di dalam vaksin yang sudah dilemahkan membuatnya tidak berbahaya lagi ketika menyerang manusia. Pemberian vaksin ke dalam tubuh manusia, akan membuat tubuh kita menghasilkan antibodi terhadap patogen yang kemungkinan akan menyerang tubuh. Sehingga ketika bakteri tersebut benar-benar muncul dan hendak menyerang, tubuh sudah memiliki benteng berupa kekebalan terhadap patogen itu. Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) berfungsi sebagai pencegah penyakit cacar air, gondongan, campak jerman; OPV (Oral Polio Vaccine) berfungsi sebagai pencegah sakit polio; HZV (Varicella Zoster Vaccine) berfungsi mencegah penyakit cacar air; HBV (Hepatitis B Vaccine) berfungsi sebagai pencegah sakit kuning. Selanjutnya virus juga dapat digunakan unutk pembuatan pelawan cacun (anti toksin) dan pelemahan bakteri. Pemanfaatan virus dalam dunia kedokteran juga sering dilakukan.Virus dapat dimanfaatkan untuk membuat peta kromosom yang penting dalam dunia kedokteran yang dapat membantu kedokteran dalam menjalankan tugasnya menganalisa dan membuat terobosan terbaru dalam bidang kedokteran

Selain dimanfaatkan di bidang kesehatan guna membantu manusia, virus dapat disalahgunakan sebagai senjata pembunuh masal. Virus dapat dijadikan senjata biologis untuk menyebarkan penyakit ke banyak orang di suatu wilayah. Efek yang dihasilkan senjata biologis dapat membunuh jutaan manusia dan menghancurkan sektor ekonomi dan sosial.

Efeknya dari senjata biologis berupa virus, bakteri atau organisme ini memang tak langsung mencabut nyawa tetapi lebih dulu membuat seseorang menderita secara perlahan. Senjata ini dirancang sebagai wahana pengantar bibit penyakit atau kuman dalam jumlah banyak. Bibit penyakit atau kumannya pun dipilih dari jenis yang mematikan dan sulit diobati.

Meskipun sejumlah badan dunia telah melarang penelitian di bidang persenjataan yang satu ini, sejumlah negara bergeming dan tetap melakukannya. Berdasarkan temuan ilustrasi kuno, terungkap bahwa perang kuman telah dilakukan sejak abad pertengahan. Teknik yang dilakukan masih amat sederhana. Kuda yang diketahui mati karena menderita penyakit aneh, dilontarkan dengan ketapel ke wilayah musuh. Harapannya, penyakit hewan ini menular ke penduduk setempat.

Konon, selain bom nuklir, senjata biologis bisa jadi merupakan salah satu alasan kuat mengapa dunia akan kiamat atau setidaknya dapat menyapu mayoritas populasi manusia di dunia. Jika perang dunia pecah, bersiaplah untuk kembali menemui senjata-senjata biologis yang mematikan ini atau mungkin tipe terbaru yang lebih dahsyat dan lebih mematikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Pegawai Rutan Makassar Mengikuti Upacara Gabungan Dalam Memperingati Hari Bela Negara

Jakarta (RakyatRukun.com) – Memperingati Hari Bela Negara, Kepala Rutan Kelas I Maka…